Kembali Digelar, Disrupto 2019 Hadirkan 200 Pembicara

Apa tantangan yang akan dihadapi manusia di masa depan? Apakah manusia akan didominasi kecerdasan buatan (artificial intelligence)? Bagaimana dengan perubahan iklim yang katanya bisa membuat kota-kota besar seperti Jakarta tenggelam? Apakah dunia digital akan berhasil memerangi hoax dan masalah-masalah digital lainnya?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan digali pada acara Disrupto tahun ini. Setelah sukses membangkitkan antusiasme masyarakat pada acara perdananya tahun lalu, Disrupto kembali digelar pada 22-24 November mendatang di Plaza Indonesia. Tahun ini, Disrupto mengangkat tema “The Future of Humanity”.

Lewat sesi-sesi pembicara, festival, dan pengalaman imersif, masyarakat diajak untuk melihat perkembangan teknologi yang begitu cepat dan dampak dari teknologi terhadap kehidupan manusia di masa yang akan datang. Dengan demikian, masyarakat jadi lebih siap menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi.

Selain menjadi ajang yang menginspirasi masyarakat, acara ini juga mempertemukan para pelaku ekonomi seperti startup, korporasi, institusi keuangan, dan modal ventura untuk mendukung terciptanya ekonomi yang inklusif melalui inovasi teknologi. Startup yang terlibat dalam acara ini pun berasal dari beragam sektor seperti fintech, insuretech, gaming, dan edutech.

Lewat perhelatan ini, Disrupto akan menunjukkan berbagai inovasi teknologi yang telah dicapai manusia hingga saat ini, juga bagaimana keberadaan teknologi ditujukan untuk membantu manusia.

Kemajuan dan tantangan ini akan dibahas oleh berbagai pembicara yang telah berhasil menciptakan inovasi dan melakukan disrupsi di bidangnya masing-masing. Kali ini ada sekitar 200 pembicara lebih yang dihadirkan untuk meramaikan Disrupto 2019.

Salah satunya ada Tilly Lockey, seorang difabel yang terbantu dengan adanya kemajuan teknologi. Saat kecil, tangan Tilly terkena suatu penyakit yang menyebabkan tangannya harus diamputasi. Tapi kini Tilly sudah memiliki tangan robot dari Open Bionic, menjadikannya manusia bionik.

Ada juga robot Furhat, robot sosial yang mampu berkomunikasi layaknya manusia. Pembicara-pembicara lainnya di antaranya ada Marc Schwyn (Founder MinuteVideos), Preben Wik (Co-Founder Furhat Robotics), Ketut Yudhistira (Co-Founder Kok Bisa), Cyberdine (perusahaan Jepang yang membuat robot bagi kaum lansia dan difabel), dan Tomy Yunus (CEO & Founder Cakap).

Cakap sendiri di Disrupto akan membuka booth dan menghadirkan sebuah acara spesial. Acara spesial apa? Makanya, hadiri Disrupto 2019 dan jangan lupa untuk mampir ke booth dan acara Cakap untuk cari tahu acara spesialnya. Tiketnya sudah bisa kamu dapatkan lho. Buat kamu yang mau hadir ke acara yang super inovatif ini, kamu bisa langsung pesan disini untuk meraih kesempatan mendapatkan tiket gratis. Yuk!

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google