Gaya Belajar Berdasarkan 16 Kepribadian, Kamu Yang Mana?

Apa tipe kepribadianmu? ENFJ Sang Guru? INTP Sang Perakit? atau ESFJ Sang Pemberi? Buat yang tidak familiar dengan kelompok-kelompok alfabet ini, ketiganya merupakan tipe kepribadian berdasarkan tes MBTI.

Ikut tes kepribadian emang seru ya. Dari situ kita bisa lebih tahu diri kita sendiri, mulai dari potensi, sifat, karakter, percintaan, hingga gaya belajar. Selain itu kita juga jadi bisa memahami tipe-tipe kepribadian yang berbeda, misalnya kepribadian kita dan teman kita.

Kamu pasti mengalami yang namanya ‘Ini gue banget nih!’ setelah baca hasil tes kamu. Takjub gimana gitu, ya kan? Kalau dijabarkan, kepribadian ini bisa dibagi berdasarkan 4 kelompok:

  • Intraverted vs Extraverted
  • Observant vs Intuitive
  • Thinking vs Feeling
  • Judging vs Prospecting

Tapi apa benar ada hubungannya antara kepribadian dengan gaya belajar, khususnya belajar bahasa? Secara tidak langsung, ya. Ini dikarenakan tiap kepribadian memproses informasi secara berbeda. Beberapa ahli bahasa percaya bahwa menyesuaikan gaya belajar dengan kepribadianmu bisa membantu mempelajari bahasa dengan lebih efektif.

Tanpa berlama-lama, yuk kita kupas gaya belajar masing-masing tipe kepribadian!

Karakter Analis

Karakter Analis source: giphy.com

INTJ

INTJ merupakan pemikir yang analitis dan mudah menemukan pola, jadi INTJ biasanya akan mudah menguasai tata bahasa (grammar). Salah satu yang menjadi tantangan INTJ dalam belajar bahasa adalah mereka terlalu berfokus pada detail-detail kecil seperti kata kerja tidak beraturan (irregular verbs), idiom, atau pengecualian umum.

INTJ juga biasanya menikmati lingkungan belajar yang terstruktur namun tetap terbuka. Mereka lebih suka belajar secara independen atau one-on-one. Salah satunya karena sifat introvert mereka yang lebih suka fokus tanpa adanya gangguan, tetapi juga karena INTJ merupakan perfeksionis sehingga akan lebih efektif jika mereka bisa mengontrol agenda belajar mereka sendiri.

INTP

INTP memiliki gaya belajar yang super kritis, analitis, dan konseptual. Mereka suka mempelajari hal-hal yang abstrak, mengeksplor teori dan ide-ide. Mereka juga biasanya akan mudah bosan dengan gaya belajar yang menggunakan metode hafalan. Di sisi lain, mereka juga sering overthinking.

Walaupun INTP biasanya lebih suka belajar sendiri, sebaiknya kalian yang memiliki kepribadian INTP belajar bahasa dengan cara berinteraksi langsung dengan penutur asli (native speakers). Dengan demikian, INTP memiliki teman yang bisa membantu mereka agar tidak terlalu banyak berpikir kemana-mana saat belajar.

ENTJ

Berkharisma dan percaya diri, karakteristik ENTJ ini sangat bermanfaat saat belajar bahasa. Belajar dan berlatih dengan teman bisa menjadi salah satu cara efektif untuk belajar bahasa bagi ENTJ. Ini menjadi kesempatan untuk mengetes kemampuan mereka dalam situasi kehidupan nyata.

ENTJ umumnya memiliki target jangka panjang dan standar yang tinggi. Tapi jangan sampai standar ini membuatmu takut melakukan kesalahan dan malah menghambat perkembangan belajarmu ya, ENTJ!

ENTP

ENTP sang pendebat. Memiliki kepribadian yang inovatif dan gaya belajar yang abstrak. ENTP suka melatih kemampuan bahasa mereka dengan orang lain. Biasanya dengan orang-orang yang kemampuannya di atas mereka. ENTP juga ahli dalam menemukan pola, jadi mereka akan dengan cepat menguasai grammar.

Yang menjadi tantangan belajar bagi ENTP adalah menjaga fokus. Kesukaan mereka pada tantangan dan teka-teki terkadang membuat ENTP mengambil terlalu banyak ‘tantangan’ dalam waktu yang bersamaan, sehingga akhirnya sulit untuk meluangkan waktu dan fokus mereka untuk mencapai kefasihan.

Karakter Diplomat

Karakter Diplomat source: giphy.com

INFJ

Orang-orang dengan kepribadian INFJ merupakan pribadi yang penuh semangat dan berkemauan keras. Mereka biasanya akan benar-benar fokus jika sudah berkomitmen pada suatu hal. Jadi, jika mereka sudah menetapkan keinginan untuk belajar bahasa, mereka akan benar-benar melakukannya.

INFJ umumnya unggul dalam hal struktur kalimat dan tidak takut untuk melakukan kesalahan. Tapi INFJ lebih suka belajar sendirian, karena mereka seringkali lebih suka berlatih sendiri terlebih dahulu sebelum akhirnya berlatih dengan orang lain.

Satu hal yang perlu diingat para INFJ: jangan terlalu keras pada diri sendiri. Yang ada nanti kamu malah merasa burnout dan kewalahan.

INFP

Merupakan pribadi yang optimis yang digerakkan oleh perasaan dan keinginan berbuat baik, INFP membutuhkan motif yang kuat untuk bisa benar-benar belajar bahasa secara efektif.

Begitu menemukan alasannya, akan mudah bagi mereka untuk berkomitmen. Kemajuan mereka akan lebih cepat dan mereka pun lebih berani untuk mengasah kemampuannya. Di samping itu, INFP umumnya lebih suka belajar sendiri, atau belajar dalam kelompok kecil.

ENFJ

Sebagai natural-born leader, ENFJ akan lebih cocok dalam kelompok, melalui percobaan, hafalan, atau penerapan langsung. ENFJ akan merasa kurang nyaman jika mereka atau teman belajar mereka menerima kritik keras.

Kepercayaan diri ENFJ yang terkadang turun naik bisa menjadi kendala belajar mereka. Terus menerus berusaha untuk mencapai target yang terkadang tidak realistis, terkadang ENFJ akhirnya kesulitan sendiri mencapai ekspektasi mereka dan akhirnya jadi terlalu banyak berpikir untuk benar-benar mencoba sesuatu.

ENFP

Memiliki banyak mimpi dan ide-ide besar, ENFP biasanya akan mencurahkan sepenuh hatinya saat mereka memutuskan untuk mempelajari sesuatu. Mereka akan mengelilingi diri dengan orang-orang yang sama-sama mempunyai hasrat belajar yang sama seperti mereka, dan mencari cara-cara inovatif untuk belajar bersama.

ENFP juga tidak takut untuk berlatih speaking dengan langsung berbincang bersama penutur asli. Walaupun demikian, ENFP juga harus ingat bahwa belajar bahasa adalah perjalanan jangka panjang dan bukan marathon.

ENFP punya kecenderungan untuk terlalu banyak berpikir, stres dan menyerah di bawah tekanan. Jadi kamu para ENFP, ingat pepatah ‘perlahan tapi pasti’ saat belajar bahasa ya.

Karakter Sentinel

Karakter Sentinel source: giphy.com

ISTJ

ISTJ akan memusatkan segala perhatian mereka untuk menyelesaikan setiap latihan dan ujian yang bisa mereka kerjakan. Orang-orang dengan kepribadian ini lebih suka mengunci diri mereka di kamar untuk belajar sampai mendapatkan hasil terbaik dibandingkan mengandalkan orang lain untuk mendapat bantuan.

Walaupun ketekunan ini merupakan salah satu kelebihan mereka dalam belajar, ISTJ juga terkadang harus ingat untuk tidak terlalu fokus pada detail dan coba untuk melihat gambaran secara umum.

ISFJ

Yang paling berdedikasi dalam melakukan sesuatu, termasuk dalam belajar bahasa. ISFJ merupakan salah satu introvert yang lumayan aktif secara sosial, tapi dalam hal belajar ISFJ lebih suka belajar sendiri di ruangan yang tenang.

Walaupun demikian, apabila ada teman atau saudara yang ingin belajar bersama, mereka tidak akan keberatan untuk membantu. Sama seperti beberapa kepribadian lainnya, ISFJ juga perlu ingat bahwa kesalahan itu wajar. Jadi, jangan cepat berkecil hati ya!

ESTJ

ESTJ suka mengikuti aturan. Jadi mempelajari deretan kosakata akan sangat menyenangkan bagi mereka. Suka bersosialisasi, ESTJ akan lebih suka belajar bahasa dalam kelompok. Kendala belajar mereka yang paling besar tak lain adalah diri mereka sendiri.

ESTJ terkadang terlalu memikirkan dengan apa yang dipikirkan orang lain, sehingga akhirnya menghindar untuk terlibat dalam percakapan yang bersifat spontan kecuali mereka memiliki gagasan yang kuat mengenai apa yang akan mereka katakan.

ESFJ

ESFJ umumnya membutuhkan banyak dukungan dan pengakuan dari orang lain ketika mempelajari hal baru. Merupakan pribadi yang praktis, ESFJ cepat berkembang dalam kelompok.

ESFJ, ingat untuk tidak terlalu keras pada dirimu sendiri saat melakukan kesalahan. Jangan sampai rasa takutmu terhadap kritik membuatmu sulit berkembang.

Karakter Penjelajah

Karakter Penjelajah source: giphy.com

ISTP

Seorang pemecah masalah dan memiliki kemampuan yang jeli dalam melihat detail, ISTP akan senang menyendiri dan mengutak-atik elemen-elemen bahasa. ISTP tidak akan berhenti sampai mereka memahami tiap detail secara penuh.

ISTP meyukai keragaman, sehingga mereka akan mudah bosan jika harus duduk diam di meja dan membaca buku teks. Cara untuk mengakali ini adalah dengan menciptakan rutinitas-rutinitas baru agar proses belajar tidak membosankan.

ISFP

Merupakan yang pertama untuk mencoba hal baru, tapi yang terakhir untuk berkomitmen melakukan sesuatu dalam jangka panjang. Artinya, ISFP cenderung akan begitu semangat di awal, tapi akan kesulitan untuk fokus pada jadwal belajar yang terstruktur.

Namun, pembelajaran mereka bisa efektif dalam waktu yang cukup singkat asal mereka diberikan kebebasan untuk mencoba ini-itu. Ruang untuk belajar secara mandiri, juga dukungan untuk meyakinkan mereka juga akan sangat membantu.

ESTP

Si ratu atau raja pesta, si pembenci aturan. ESTP akan tertarik belajar bahasa, asal mereka bisa belajar dengan orang lain dan punya peluang untuk menjadi pusat perhatian. ESTP akan berani berlatih kosakata baru dengan penutur asli.

Namun, ESTP harus lebih berjuang untuk mempelajari hal-hal yang lebih memakan waktu seperti struktur kalimat atau tata bahasa, Mereka akan sulit menerima bahwa belajar bahasa itu tidak mudah dan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat.

Tantangan bagi para ESTP tak lain adalah untuk tetap sabar dan bertahan untuk mencapai tingkat kefasihan yang mereka harapkan.

ESFP

Dunia adalah panggung. Kalimat ini menggambarkan kepribadian ESFP. ESFP harus berada di dekat orang lain agar berkembang, dan berkembang dalam belajar bahasa juga tidak terkecuali.

Sekali mereka sudah menemukan teman yang asyik, mereka akan sangat senang untuk mencoba dan tidak keberatan untuk melakukan kesalahan dalam mempelajari bahasa. Selama mereka merasa telah memberikan yang terbaik, mereka akan merasa puas.

Walaupun demikian, ESFP tidak akan suka aktivitas yang repetitif seperti metode belajar kosakata yang konvensional. Oleh karena itu, ESFP harus menemukan pendekatan belajar yang lebih baru dan seru agar terus semangat.

Kalau kamu tipe yang mana nih? Jabaran di atas ‘kamu banget’ gak? Untuk kamu yang lebih suka belajar sendiri, kamu bisa belajar sama guru profesional secara one-on-one di Kelas Bahasa Inggris, Mandarin, atau Jepang Cakap. Kalau kamu lebih suka belajar dalam grup, ada juga Cakap English Club dimana kamu bisa bersosialisasi dengan teman-teman baru. Yuk pilih dan mulai belajar sekarang!

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google