Cakap Sebagai Solusi Belajar Setiap Generasi

student testimonial mandarin

Halo, Sobat Cakap! Cakap Testimonial edisi bulan September sudah hadir kembali! Di edisi kali ini ada yang spesial, karena kita akan berkenalan dengan sekaligus 3 murid Cakap yang memiliki usia yang berbeda-beda. Ketiga murid Cakap ini sudah sangat menunjukkan perkembangan yang pesat dalam mempelajari bahasa asing selama belajar di Cakap. 

Mari berkenalan dengan Giovanni, Anthony, dan Anang. Giovanni atau dengan nama lengkap Giovanni Elkana merupakan murid yang baru akan memasuki Sekolah Dasar (SD). Walau begitu, dalam kurun waktu 4-5 bulan belajar bahasa Mandarin di Cakap, Giovanni sudah merasakan perkembangan yang signifikan dalam mempelajari bahasa Mandarin. “Saat ini, Giovanni sudah paham kata-kata dasar dalam bahasa Mandarin, pelafalannya juga sudah bagus,” ungkap orang tua Giovanni, Juwita. 

Hal yang sama juga dirasakan oleh Anthony Michael, seorang pengusaha berusia 35 tahun. Anthony sudah mengikuti pengajaran bahasa Mandarin di Cakap selama kurang lebih 1 bulan. Walau begitu, Anthony pun sudah merasakan adanya peningkatan kemampuan dia dalam berbahasa Mandarin. “Untuk perkembangan yang signifikan, yang dirasakan adalah jumlah kosakata dalam bahasa Mandarin yang sudah sangat bertambah,” ucap Anthony. 

Tidak jauh berbeda, Anang Febita Kurniawan, seorang pekerja yang saat ini merupakan murid English Cakap pun merasakan yang sama. Anang mengatakan bahwa saat ini kemampuan berbahasa Inggris-nya sudah meningkat, mulai dari grammar hingga pronunciation setelah belajar di Cakap selama kurang lebih 2 bulan. “Untuk perkembangan yang dirasakan adalah dari semua sisi skill berbahasa Inggris sudah mulai meningkat,” ujar Anang.

Pembelajaran yang cocok untuk segala usia 

Melalui pengajaran yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan bahasa asing murid, proses belajar mengajar yang terjadi di Cakap bisa sangat ramah bagi segala usia. Pengajar yang profesional di bidang bahasanya masing-masing dapat membantu murid untuk mengembangkan kemampuan bahasanya sesuai dengan harapan. 

“Untuk teacher atau lăoshī yang ada mostly menyenangkan dan juga sangat membantu dalam perkembangan dan pembelajaran student di setiap kelas,” ungkap Anthony. 

Sistem belajar yang interaktif dan menyenangkan juga menjadi salah satu metode yang diterapkan Cakap. Untuk melawan rasa bosan dan dapat menaruh konsentrasi penuh pada materi belajar menjadi alasannya. Metode pembelajaran bisa melalui permainan dan kuis yang mengajak student untuk ikut bermain sambil belajar. Terutama ketika menghadap student yang masih anak-anak seperti Giovanni. 

“Lăoshī-nya sangat interaktif dan juga bisa membawa murid tidak bosan di kelas dan lăoshī membuat kuis sehingga student bersemangat belajar,” ungkap Juwita, orang tua Giovanni. 

Jadwal belajar yang fleksibel

Dengan latar belakang dan usia yang berbeda-beda, ketiga murid Cakap ini tentunya memiliki kesibukannya masing-masing. Sebagai seorang pekerja, Anang, dihadapkan dengan berbagai tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang tentunya tidak dapat dilewatkan. 

Sedangkan, Anthony yang merupakan seorang pengusaha, memiliki kesibukan untuk terus dapat mengembangkan usahanya . Namun, di tengah-tengah kesibukan itu keduanya tetap menyempatkan diri untuk belajar bahasa asing untuk dapat meningkatkan potensi diri mereka. 

Keduanya merasakan kecocokan dengan metode belajar di Cakap yang memiliki jadwal yang lebih fleksibel. Dengan jadwal tersebut, mereka dapat membagi waktu antara kesibukan yang harus mereka jalankan dengan waktu untuk belajar bahasa asing. 

“Saya merasa Cakap sangat baik dengan fleksibilitas teacher dan jadwal yang ada serta platformnya yang menarik,” kata Anang. 

Nah, demikianlah cerita ketiga murid Cakap yang memiliki usia berbeda-beda namun dapat merasakan hal yang sama tentang Cakap. So, buat Sobat Cakap di luar sana yang masih ragu dan mencari tempat belajar bahasa asing yang tepat, buang jauh-jauh keraguan itu! Karena ada Cakap, tempat kursus bahasa asing untuk setiap generasi! 

Baca juga:

Hilda
Lulusan Sastra Jepang dengan 4 tahun pengalaman menulis kreatif, terutama di bidang edukasi. Senang mencari tahu dan menjelaskannya kembali lewat tulisan.