Penggunaan -san, -chan, dan -kun dalam Bahasa Jepang

penggunaan san, chan, kun bahasa Jepang
Penggunaan -san, -chan, dan -kun dalam Bahasa Jepang

Dalam bahasa Jepang, kamu mungkin sering mendengar akhiran yang disematkan pada nama seseorang seperti -san, -chan, dan -kun. Hal ini merupakan penanda tingkat keakraban dan ungkapan rasa hormat yang merupakan bagian dari budaya Jepang. Lalu bagaimana perbedaan dan penggunaan masing-masing dari akhiran tersebut? Simak penjelasannya ya!

1. Akhiran -san (~さん)

Photo by lifeforstock – freepik.com

Akhiran -san dalam bahasa Jepang adalah akhiran yang paling umum digunakan untuk menghormati seseorang. Akhiran ini dapat digunakan baik untuk perempuan maupun laki-laki. Penggunaannya bisa disematkan langsung pada nama maupun nama keluarga seseorang. Selain itu, akhiran -san juga dapat digunakan untuk memanggil seseorang berdasarkan pekerjaan atau profesinya

Contoh penggunaan:

Nama  敦子さん (Atsuko-san) Atsuko
Nama keluarga  田中さん (Tanaka-sa) Tanaka
Pekerjaan  本屋さん (Honya-san) Penjual buku
Jabatan 市長さん (Shicou-san) Walikota

Contoh kalimat:

敦子さん は わたし の ともだち 陽こちゃん の 姉です。

Atsuko-san wa watashi no tomodachi youko-chan no ane desu. 

Atsuko-san adalah kakak perempuan teman saya, Yoko-chan.

Daftar Cakap Sekarang, Dapatkan Kelas Bahasa Jepang Gratis

2. Akhiran -kun (~君 / ~くん)

Photo by lookstudio – freepik.com

Memiliki arti atau makna yang lebih santai daripada akhiran -san, akhiran -kun biasanya digunakan untuk laki-laki sebaya atau lebih muda dalam bahasa Jepang. Akhiran ini bisa disematkan pada nama maupun nama keluarga seseorang. Dalam lingkungan perusahaan, atasan bisa saja memanggil bawahan perempuan mereka dengan -kun, tetapi tidak berlaku sebaliknya. 

Contoh penggunaan:

西田君 (Nishida-kun) Nishida
太一くん (Taichi-kun) Taichi

Contoh kalimat:

西田くん は かるた が 好きです。

Nishida-kun wa karuta ga suki desu.

Nishida sangat menyukai karuta.

Raih Beasiswa Kuliah di Jepang dengan Kursus Bahasa Jepang di Cakap

3. Akhiran -chan (~ちゃん)

Photo by tirachardz – freepik.com

Akhiran -chan memiliki arti sebagai penanda keakraban dalam bahasa Jepang yang sering digunakan pada anak-anak atau perempuan remaja. Panggilan ini biasanya disandingkan dengan nama panggilan seseorang, bukan nama keluarganya. Selain itu, cara ini juga sering digunakan untuk panggilan sayang yang kekanak-kanakan untuk anggota keluarga, teman dekat, atau pacar. 

Contoh penggunaan:

あゆみちゃん (Ayumi-chan) Ayumi
おじいちゃん (Ojii-chan) Kakek
おねえちゃん (Onee-chan) Kakak (perempuan)

Contoh kalimat:

おねえちゃん の 誕生日プレゼント を 買いました。

Onee-chan no tanjoubi purezento o kaimashita. 

Saya sudah membeli hadiah ulang tahun untuk kakak perempuan saya. 

Nah, itulah penjelasan mengenai berbagai akhiran panggilan dalam bahasa Jepang yaitu -san, -chan, dan -kun. Semoga memberimu pencerahan mengenai cara dan contoh penggunaannya ya!

Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih banyak tentang bahasa Jepang, kamu bisa mengambil kursus bahasa Jepang di Cakap, lho! Kamu akan diajarkan secara langsung oleh sensei berpengalaman, serta materi pelajaran yang disesuaikan dengan kemampuanmu. Download aplikasi Cakap sekarang, yuk!

Baca juga:

Hilda Khairunnisa
A Content Writer who believed in balancing research and creativity to produce high-quality content.