Nian Gao: Makanan Khas Imlek Paling Populer

Nian Gao: Makanan Khas Imlek Paling Populer

Sebagai salah satu perayaan paling penting bagi orang Tionghoa, Imlek menghadirkan berbagai adat dan tradisi yang sangat beragam di berbagai bagian dunia. Namun, hal yang umum dilakukan ketika Tahun Baru Imlek adalah makan malam dan berkumpul bersama keluarga, serta menyalakan kembang api.

Tahun Baru Imlek di Indonesia dirayakan kembali sejak tahu 2000 ketika era Presiden Abdurrahman Wahid dan sejak tahun 2002, Tahun Baru Imlek diresmikan sebagai hari libur nasional. Sebenarnya, perayaan Tahun Baru Imlek dirayakan hingga 15 hari, namun di Indonesia, hari libur untuk Imlek hanya sehari.

Dalam perayaan Imlek, salah satu hal yang menjadi ciri khas adalah makanan yang dihidangkan. Sebenarnya ada banyak sekali hidangan khas Imlek dan satu yang paling dikenal adalah kue keranjang atau dalam bahasa Mandarin disebut dengan “Nian gao” (年糕). Kue keranjang adalah salah satu hidangan khas Imlek yang paling populer karena kue ini dianggap dapat membawa keberuntungan jika dimakan ketika Imlek.

Mengapa Disebut “Kue Keranjang”?

Nian Gao: Makanan Khas Imlek Paling Populer
sumber: saveur.com

Bagi kamu yang sedang belajar bahasa Mandarin, mari kita bahasa sedikit tentang makna kata “nian gao” sebelum kita berbincang lebih jauh tentang hidangan yang sangat enak ini. Secara harafiah, kata 粘 (nián) berarti “lengket” dan memiliki pelafalan yang sama dengan kata 年 yang berarti “tahun”. Sedangkan kata  糕 (gāo) berati “kue” dan memiliki pelafalan yang sama dengan kata 高 yang berarti “tinggi”.

Secara harafiah, “nian gao” berarti kue tahunan dan disebut demikian karena hanya dibuat satu tahun sekali ketika hari raya Imlek. Di Indonesia, nian gao disebut dengan nama kue keranjang karena merujuk pada tempat cetakan kue tersebut. Ada juga yang menyebutnya dengan nama “Dodol Cina” karena makanan tersebut mirip dengan dodol dan dibuat oleh orang dari etnis Tionghoa.

Makna Kue Keranjang

Di Tiongkok, terdapat suatu kebiasaan di mana ketika Tahun Baru Imlek, orang-orang terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum nasi. Hal ini dilakukan dengan harapan agar senantiasa mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun.

Dahulu, kue keranjang disusun tinggi atau secara bertingkat dan dimaknakan sebagai rezeki yang meningkat, tinggi dari susunan kue keranjang ini juga menandakan kemakmuran keluarga yang memiliki rumah..

Tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, kue keranjang juga sering diberikan kepada kerabat atau anggota keluarga lain sebagai simbol bahwa kita mengarapkan agar si penerima mendapatkan berkah dan kebaikan sepanjang tahun.

Jenis-jenis Penyajian Kue Keranjang

Nian Gao: Makanan Khas Imlek Paling Populer
sumber: steamykitchen.com

Tiongkok

Di Guangdong, terdapat nian gao atau kue keranjang cenderung berasa manis dan warnanya pun kecokelatan. Penyajiannya adalah dengan mengukusnya atau dibuat pudding dengan ai mawar atau pasta kacang merah. Ada juga yang menyajikannya dengan memasaknya dengan telur

Di Shanghai, nian gao biasanya dikemas berbentuk silinder dan dipotong-potong terlebih dahulu sebelum di masak. Cara memasaknya pun berbeda, yaitu dengan menumisnya dan ditambahkan bahan lain seperti danging babi, daging sapi, kubis, dan lainnya.

Filipina

Di Filipina, nian gao berwarna kuning kecokelatan dan rasanya pun manis, ada pula yang berwarna keunguan karena ditambahkan ubi atau hijau karena ditambahkan pandan. Di sana, nian gao disebut dengan nama “tikoy”.

Indonesia

Seperti yang telah kita ketahui, kue keranjang biasa disantap dengan dipotong-potong atau dimasak dengan telur. Kue keranjang biasa dikemas dengan menggunakan keranjang bambu. Saat ini, kue keranjang juga sudah banyak yang dibungkus dengan plastik agar lebih praktis.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google