Keutamaan Puasa Ramadhan Oleh KH. Syaifullah Amin

Keutamaan Puasa Ramadhan

Sesungguhnya keutamaan bulan Ramadhan sudah tergambarkan sejak 3 bulan lalu, yakni ketika awal bulan Rajab.  Begitulah ucap KH. Syaifullah Amin membuka dakwahnya melalui program Awadah Dakwah Festival 2020 yang tayang di aplikasi Cakap. KH. Syaifullah Amin membahas mengenai, “Keutamaan Puasa Ramadhan”, dengan membacakan salah satu doa saat memasuki bulan Rajab, yakni :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan”.

Umat Islam pun mengucap banyak syukur karena dapat menemui bulan suci Ramadhan tahun ini, karena banyak sekali keutamaan dalam bulan Ramadhan. Salah satunya adalah berpuasa di bulan suci Ramadhan.

Dalam kitab Maqâshid al-Shaum, Sulthân al-Ulamâ’, karya Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami, Ia menjelaskan tentang beberapa keutamaan berpuasa di bulan Ramadan. Hal yang dibicarakan oleh Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami ialah mengenai “pembangunan diri”, baik dari sisi agama (pahala) maupun individu.

Dalam pandangan Imam Izzuddin al-Sulami, sesungguhnya berpuasa itu dapat membuat manusia memperbanyak sedekah. Beliau mengatakan: 

لأنّ الصّائم إذا جاع تذكّر مَا عنده من الجوع فحثّه ذلك علي إطعام الجائع

Artinya : “Karena sesungguhnya orang berpuasa ketika dia merasakan lapar, dia mengingat rasa lapar itu. Hal itulah yang memberikan dorongan kepadanya untuk memberi makan pada orang yang lapar.” (Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami, Maqâshid al-Shaum, hlm 16). 

Merasakan penderitaan bisa mengarahkan manusia pada dua hal, menjadi egois dan menjadi dermawan. Menjadi egois karena dia ingin memiliki semuanya sendiri agar tidak merasakan penderitaan itu lagi. Menjadi dermawan karena dia pernah merasakan susahnya menderita sehingga ketika melihat orang lain menderita, dia ikut merasakannya. 

Dalam hal ini, puasa merupakan sarana pelebur kemungkinan pertama (menjadi egois). Orang yang berpuasa telah menyengajakan dirinya untuk melalui peleburan tersebut, dan melatih dirinya sendiri untuk menjadi lebih peka dan perasa. 

Pada bahasan selanjutnya, Imam Izzudin bercerita tentang Nabi Sulaiman atau Nabi Yusuf yang tidak makan hingga semua orang yang memiliki hubungan dengannya (keluarga atau rakyatnya) makan. Seseorang bertanya, “kenapa melakukan hal semacam itu?” Nabi Sulaiman atau Nabi Yusuf menjawab, “akhâfu an asyba’a fa ansâ al-jâi’—aku takut ketika kenyang, aku melupakan orang-orang yang lapar.” (Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami, Maqâshid al-Shaum, hlm 16). 

Sebab, diakui atau tidak, orang yang terlalu kenyang, memiliki kecenderungan lalai yang lebih besar. Mungkin, ini salah satu alasan dari anjuran, “berhenti makan sebelum kenyang.”

Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami memandang bahwa orang yang berpuasa mengingatkan mereka pada lapar dan hausnya ahli neraka. Beliau mengatakan: 

لأنّه تذكّر جوع أهل النار والظمأهم فحثّه ذلك علي تكثير الطاعات لينجو بها من النّار 

Artinya : “Karena puasa mengingatkan kelaparan dan hausnya ahli neraka. Hal itulah yang mendorong orang berpuasa memperbanyak ketaatan kepada Allah agar terselamatkan dari api neraka.” (Imam Izzuddin bin Abdissalam al-Sulami, Maqâshid al-Shaum, hlm 17). 

Di sinilah pentingnya pengetahuan, karena pengetahuan bisa membuat manusia memperbaharui atau mengarahkan niat ibadahnya. Perkataan Imam Izuddin al-Sulami di atas, belum tentu terpikirkan oleh orang yang menjalankan ibadah puasa, tapi dengan membaca perkataannya, manusia bisa memahami kelaparan dan kehausan puasa dari sudut pandang lain, yaitu mengingatkan mereka pada kelaparan dan kehausan ahli neraka, sehingga mendorong mereka memperbanyakan ketaatan mereka kepada Allah agar tidak sampai mengalami kejadiaan itu selama-lamanya di neraka.

Syaifullah Amin menjelaskan lebih dalam mengenai, “Keutamaan Puasa Ramadhan” pada kajian Awadah Dakwah Festival 2020 melalui tayangan video berikut ini.

"Keutamaan Puasa Ramadhan"

Oleh KH. Syaifullah Amin

Ikuti Awadah Dakwah Festival secara LIVE, pukul 16.00 WIB dan 21.00 WIB setiap hari selama bulan Ramadhan hanya di aplikasi Cakap, sebuah platform belajar bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan Indonesia.

Jangan lupa untuk download aplikasi Cakap untuk dapat terus tonton video Awadah Dakwah Festival setiap hari selama bulan Ramadhan 1441 H.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google