Keberkahan Bulan Puasa Oleh Habib Ali Hasan Al-Bahar

Habib Ali Bahar

Ustadz yang bernama lengkap Ali Hasan Al-Bahar Lc., MA atau yang lebih akrab dengan sapaan Habib Ali Bahar adalah salah satu dari 200 mubaligh yang direkomendasikan oleh Kementerian Agama pada tahun 2018. Saat ini, selain menjadi dewan pakar Pusat Studi Al Qur’an (PSQ), beliau merupakan dosen tetap di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau juga sering mengisi kajian keagamaan di berbagai masjid, seperti Masjid Sunda Kelapa, Masjid Bayt Qur’an, Masjid Jendral Sudirman WTC Jakarta dan yang lainnya. Habib Ali Bahar pernah mengadakan penelitian dengan judul “Citra Jawa dalam Dua Puisi Arab Karya Sastrawan Arab – Indonesia”. Selama bulan Ramadhan 1441 H, beliau akan menemani kita semua dalam program Awadah Dakwah Festival 2020.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan,menurut Ustadz Ali Hasan Al-Bahar, kalimat berkah itu sesuatu yang langgeng, banyak kebaikan. Dikisahkan dari ulama besar Syekh Mutawalli Sya’rawi, seorang ulama besar dengan kecakapan dalam berceramah dan menulis, beliau memiliki kemampuan menjelaskan dan mengumpamakan sesuatu yang rumit menjadi begitu mudah bahkan untuk telinga seorang awam. Tafsir yang beliau sampaikan tidak pernah beliau tulis, namun disampaikan langsung kepada umat baru kemudian rekaman tersebut dibukukan. Ketika ada yang bertanya kenapa anda tidak menulis? Beliau mengatakan bahwa apa yang beliau dapat seperti banjir. Gelombang yang tidak bisa ditahan, jika beliau menulis itu akan memakan waktu. Pengertian “Berkah” menurut Syekh Mutawalli Sya’rawi adalah tentara tersembunyi dari para tentara Allah, artinya tentara Allah yang tidak terlihat dengan kasat mata. Allah mengirimkan tentara tersembunyi tersebut kepada siapapun yang Allah kehendaki. Ibaratnya jika tentara Allah tersebut diutus Allah sampai ke harta seseorang maka harta itu menjadi bertambah atas kehendak Allah tanpa disadari, begitu pula jika berkah itu menyentuh seorang anak, dapat menjadikan seorang anak tersebut menjadi sholeh.

Datangnya bulan Ramadhan untuk umat Nabi Muhammad SAW menandakan Allah tidak ingin memberikan azab kepada umat Nabi Muhammad SAW. Bahkan tidurnya umat di bulan Ramadhan ketika melaksanakan ibadah puasa terhitung Ibadah. Makna dan pejelasan hal ini adalah, jika dalam kondisi berpuasa seseorang tidur untuk menyimpan tenaga agar bisa melanjutkan ibadah maka tidur nya tersebut disebut “Ibadah”.

Salah satu kisah yang menarik dijelaskan oleh Habib Ali Bahar untuk mengetahui keberkahan dari bulan Ramadhan adalah sebuah kisah mengenai seseorang yang melakukan kesalahan namun mendapatkan hadiah atas kesalahannya itu.

Dikisahkan seorang badui yang datang kepada Rasulullah di siang hari bulan Ramadhan berkata, “Ya Rasulullah Ya Rasulullah, hancur Saya tanya kenapa saya di tengah puasa bulan Ramadhan berhubungan badan dengan istri saya.”

Rasulullah menjawab bahwa dia harus membayar kaffarah. “Apakah kamu punya kemampuan untuk memerdekakaan seorang budak sebagai bentuk balasan kaffarah penghapus dari kesalahan itu.” Tanya Rasulullah. Orang Badui tersebut menjawab, “Tidak ya Rasulullah”. Rasulullah kemudian mengatakan kalau begitu kamu harus berpuasa dua bulan berturut-turut, dan ternyata sahabat tersebut juga tidak mampu. Kalau begitu kamu memberikan makanan untuk 60 rakyat miskin, dijawab dengan individualized structure maaf karena badui tersebut juga tidak mampu.

Mendengar jawabannya, Nabi Muhammad SAW yang seorang pendidik dengan penuh kasih sayang memanggil seorang tamu yang membawa keranjang kecil kurma dan menyampaikan bahwa kurma ini harus kamu bawa untuk kamu sedekahkan kepada orang-orang withering miskin dan juga niatkan sebagai kaffarah penghapus dan penebus dari kesalahanmu itu. Apa jawaban seorang badui tersebut?, “Demi Allah Rasulullah, di Madinah ini jika kamu cari di pedalaman yang kecil di kota Madinah, di lembah-lembah tempat orang-orang kecil di kota Madinah tinggal, tidak ada yang lebih miskin dari saya dan istri.” Ucapnya. Rasulullah tersenyum kemudian mengatakan, “Kalau begitu, silahkan kamu ambil keranjang kurma ini dan kamu bagikan untuk keluargamu dan semoga ini adalah bagian dari keberkahan Ramadhan untukmu.” Itulah kisah mengenai seorang yang melakukan kesalahan tetapi tidak mendapatkan sanksi, namun dia mendapatkan hadiah.

Ramadhan adalah bulan pengampunan dan memiliki keberkahan serta menjadi bulan yang sangat spesial, semoga dengan keberkahan yang penuh dengan kebaikan di bulan Ramadhan, mudah-mudahan Allah memberikan kita keberkahan sebanyak-banyaknya bagi yang hari ini beribadah di bulan yang suci.

Selengkapnya Kamu bisa saksikan video kajian Ramadhan:
“Keberkahan Bulan Ramadhan”.

 

Ikuti Awadah Dakwah Festival secara LIVE, pukul 16.00 WIB dan 21.00 WIB hanya di Cakap, sebuah platform belajar bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan Indonesia. Jangan lupa untuk terus tonton video Awadah Dakwah Festival setiap hari selama bulan Ramadhan 1441 H dan nantikan dakwah menariknya selanjutnya.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google