Cakap Upskill Bersama Junar Asunyi: Menggali Tips-tips Membuat CV Idaman HRD

Ketika kamu melamar pekerjaan, pasti kamu diwajibkan untuk melampirkan CV atau Curriculum Vitae. CV pada umumnya berisi identitas dan hal-hal yang bisa kamu tunjukkan kepada perusahaan yang kamu tuju. CV inilah yang nantinya akan digunakan oleh para pemberi pekerjaan untuk melihat kecocokan kamu dengan lowongan yang ditawarkan sebelum masuk ke tahap selanjutnya.

Karena itu, CV yang menarik tentunya menjadi hal yang penting, terutama bagi para fresh graduate yang baru saja mulai merintis karir. Melihat hal tersebut, Cakap mengadakan webinar bertema “Bikin CV Menarik untuk Fresh Graduate” pada tanggal 14 November lalu. Webinar ini diisi oleh Junar Asunyi, seorang HR Content Creator yang sudah mengulas tuntas tips-tips membuat CV yang menarik untuk fresh graduate.

Bagian-bagian yang Wajib ada di CV

Menurut Junar, ada 4 bagian yang harus ada di dalam sebuah CV, yaitu:

  • About Me atau Tentang Saya: Bagian ini berisi tentang perkenalan diri kamu secara singkat. Kamu bisa memberi informasi tentang nama lengkap, nama panggilan, kesibukan, jurusan dan kampus asal, serta alasan mengapa kamu tertarik melamar di posisi tersebut.
  • Pengalaman: untuk kamu para fresh graduate yang baru saja merintis karir, kamu tidak perlu khawatir karena bagian ini tidak sebatas pengalaman kerja saja. Kamu bisa memasukkan pengalaman organisasi, magang, volunteer, part-time, dan sebagainya saat kamu berkuliah.
  • Hard Skill dan Soft Skill: hard skill yaitu skill yang bersifat teknis (sebagai contoh: seorang desainer grafis perlu menguasai Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, CorelDRAW, dan lain sebagainya). Sementara soft skill adalah skill yang bersifat non-teknis dan lebih umum (sebagai contoh: public speaking, analytical thinking, creative thinking, teamwork, dan lain sebagainya)
  • Contact Person: di bagian ini, Junar menyarankan paling tidak kamu memberikan 2 kontak pribadi berupa nomor HP atau nomor Whatsapp dan email pribadi. Kamu juga perlu memastikan kontak yang kamu cantumkan adalah kontak aktif yang dapat dihubungi, ya!

Siapkan Dirimu untuk Menjadi Lebih Terampil Bersama Cakap Upskill

Hal-hal yang Perlu Dihindari dalam Membuat CV

Selain memberikan penjelasan mengenai apa saja yang harus ada di CV, Junar Asunyi juga mengulas beberapa hal yang perlu dihindari dalam membuat CV, lho. Menurutnya, setidaknya ada 6 hal yang harus kamu hindari dalam membuat CV, apa saja itu?

  • Mencantumkan alamat lengkap: belum tentu semua lowongan yang bertebaran di media sosial adalah lowongan resmi dan bukan penipuan. Karena itu, kamu tidak boleh mencantumkan alamat lengkapmu di CV ya, Sobat Cakap. Sebagai gantinya, kamu bisa mencantumkan domisili seperti Bandung, Bogor, Jakarta, atau kota-kota yang lain.
  • Rating Skill atau Kemampuan: Kamu tidak boleh mencantumkan rating skill-mu jika tidak ada sumber pengukuran yang jelas dan hanya berdasarkan prediksimu saja (sebagai contoh: kemampuan microsoft word 7/10). Lebih baik kamu mencantumkan skill apa saja yang kamu miliki tanpa perlu ada rating.
  • Desain berlebihan: dalam membuat CV sebisa mungkin kamu menghindari warna terlalu terang atau terlalu gelap, dan logo-logo yang tidak relevan.
  • Akun media sosial tidak penting: jika kamu tidak melamar posisi social media specialist, kamu tidak perlu mencantumkan seluruh media sosialmu. Cukup cantumkan akun LinkedIn pribadimu di dalam CV.
  • Pengalaman dan skill yang tidak berkaitan dengan posisi yang dilamar: Kamu mungkin memiliki banyak pengalaman yang ingin kamu cantumkan ke dalam CV. Namun, menurut Junar, lebih baik kamu mencantumkan pengalaman yang berkaitan dengan posisi yang kamu lamar. 
  • Kontak yang tidak aktif: pastikan kontak yang kamu cantumkan di dalam CV adalah kontak aktif yang dapat dihubungi, ya. Hal ini untuk menghindari kesalahan teknis dalam proses perekrutan.

CV Kreatif vs CV ATS, Lebih Baik Mana?

Kamu mungkin terkadang merasa bingung lebih baik mengirim CV Kreatif atau CV ATS ketika melamar pekerjaan. Menurut Junar, pemilihan bentuk CV bukan berdasarkan perusahaan atau posisi yang dilamar. Namun, kamu perlu memperhatikan platform apa yang kamu gunakan saat mengirim CV.

Jika kamu mengirim lamaran langsung ke email HRD atau email perusahaan, kamu bebas mengirim CV kreatif atau ATS. Namun, jika kamu mengirim lamaran menggunakan Job Portal seperti Jobstreet, Glints, dan lain-lain, kamu sangat disarankan untuk mengirim CV ATS. Hal ini dikarenakan kebanyakan job portal menggunakan sistem ATS (Applicant Tracking System) sehingga kamu akan lebih mudah lolos jika menggunakan CV ATS Friendly.

Nah, itu dia beberapa tips dari Junar Asunyi dalam membuat CV. Ternyata banyak hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat CV, ya. Kamu tidak boleh sembarangan mencantumkan hal-hal yang merupakan privasi dan yang tidak berkaitan dengan posisi yang kamu lamar. Sekarang, saatnya kamu merealisasikannya di dalam CV-mu.

Masih banyak kelas-kelas Cakap Upskill lainnya yang bisa kamu ikuti, lho. Mulai dari bisnis, media, parenting, pengembangan diri dan karir semuanya ada di Cakap Upskill. Kamu bisa menggali skill yang kamu miliki dan berdiskusi langsung dengan para expert! Yuk, tingkatkan kemampuanmu bareng Cakap Upskill.

Baca Juga: