Apa Itu Kurikulum Cambridge? Cari Tahu di Sini!

apa itu kurikulum Cambridge

Kurikulum atau silabus pelajaran yang digunakan sebagai bahan pembelajaran di sekolah sungguh beragam, mulai dari nasional hingga internasional. Pada umumnya, sekolah di Indonesia menerapkan metode belajar yang disesuaikan dengan KTSP atau kurikulum 2013.

Namun, sebenarnya ada banyak kurikulum internasional yang digunakan di beberapa sekolah di Indonesia. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan standar belajar serta membantu anak dalam memperoleh skill yang mumpuni di era globalisasi.

Salah satu kurikulum yang bertaraf internasional adalah Cambridge International. Kurikulum Cambridge ini telah diterapkan ke lebih dari 200 sekolah di Indonesia. Perbedaan yang menonjol dari kurikulum nasional dengan kurikulum Cambridge yakni berasal dari sistem pembelajarannya. 

Kurikulum Cambridge atau kurikulum internasional lebih mengerucut pada mata pelajaran yang diminati anak. Sedangkan, kurikulum nasional menyamaratakan jenis mata pelajaran kepada semua anak. Misalnya, KTSP atau kurikulum 2013 mewajibkan anak untuk mengikuti seluruh mata pelajaran yang tersedia, terlepas dari minat si anak. 

Berbeda dengan itu, kurikulum Cambridge membebaskan anak untuk belajar sesuai ketertarikannya. Jika senang matematika, maka dia tidak harus belajar geografi ataupun biologi. Tapi dia akan mendalami pelajaran matematika saja sehingga konsentrasi belajarnya semakin kuat.

Dalam kurikulum Cambridge, terdapat 4 jenjang pembelajaran yang disebut Cambridge Pathway. Jenjang tersebut berguna untuk mengukur kemampuan anak berdasarkan umurnya. Berikut pengelompokannya.

  • Cambridge Primary

Merupakan jenjang paling awal yang dikhususkan untuk anak berumur 5-11 tahun.

  • Cambridge Lower Secondary

Merupakan jenjang kedua yang dikhususkan untuk anak berumur 11-14 tahun.

  • Cambridge Upper Secondary

Merupakan jenjang menengah yang dikhususkan untuk anak berumur 14-16 tahun.

  • Cambridge Advanced

Merupakan jenjang tertinggi yang dikhususkan untuk anak berumur 16-19 tahun.

Dengan jenjang tersebut, kurikulum Cambridge menjadi kurikulum yang menguntungkan bagi pengajar dan pelajar. Ini dia keuntungan utama yang didapat dari penerapan kurikulum tersebut.

Pelatihan guru

Gak hanya murid yang belajar, guru pun juga! Para guru mendapat pelatihan terkait cara pengajaran yang efektif dan menyenangkan. Mereka akan diminta untuk mampu mengimbau anak belajar sembari praktik secara langsung. Dengan itu, anak akan tanggap terhadap aksi dan tidak terpaku hanya pada teori.

Jago Inggris dan berpikiran global

Sudah dipastikan, menggunakan kurikulum internasional dalam pembelajaran akan membuat anak menjadi mahir dalam bahasa Inggris. Karena pengajar serta buku-buku yang serba Inggris, anak akan lebih terbiasa berbincang dan memahami bahasa Inggris. Mulai dari budaya, struktur bahasa, serta cara mengaplikasikannya dalam kegiatan sehari-hari.

Selain itu, sumber pembelajaran berbahasa Inggris juga akan membuat anak terbiasa berpikir dalam bahasa tersebut. Punya pandangan beragam itu bermanfaat untuk melihat dunia luar dengan lebih luas dan melatih anak untuk berpikir kritis lho.

Bisa kuliah di kampus ternama!

Cambridge, Harvard, Yale… Hayo, siapa yang gak pengen anaknya masuk ke kampus-kampus tersebut? Gak usah khawatir! Anak Anda berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke salah satu universitas ternama dunia dengan belajar menggunakan kurikulum Cambridge. Sebab dengan itu, si kecil akan terlatih untuk mengetahui sistem pengajaran berstandar internasional dan tidak kewalahan ketika harus bersaing dengan calon pelajar yang ingin mendaftar ke sana.

Nah, itulah kurikulum Cambridge yang standarnya sudah internasional. Jangan ketinggalan untuk terus kembangkan potensi anak Anda dalam berbahasa Inggris lewat Cakap. Apa sih yang spesial dari Cakap?

Cakap pakai kurikulum Cambridge lho untuk program Cakap for Kids! Belajar modern dan fleksibel dengan kurikulum keren ya cuma di Cakap. Tunggu apa lagi, ajak si kecil #MakinCakap sejak dini!

Belajar Bahasa Inggris Anak

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google