Ikebana: Rangkaian Bunga Jepang, an art from within

ikebana

Jepang. Apa sih yang kamu pikirkan ketika mendengar nama itu? Film anime jepang, orang-orang yang ramah, atau pendidikan yang memiliki sistem bagus? Lebih dari itu. Jepang merupakan negara maju yang menyimpan segudang kebudayaan unik dan menarik untuk dibahas.

Salah satunya ikebana. Negara surga ramen ini punya tradisi merangkai bunga atau rerumputan dan menjadikannya seni tiga dimensi yang memanjakan mata. Ikebana berasal dari dua kata, ike (hidup/tumbuh) dan bana (bunga). Ada juga nama lainnya, Kadō (華道). Ka berarti bunga, sedangkan berarti mencapai kesempurnaan yang tercermin dari konteks merangkai bunga.

Tradisi ikebana gak hanya terkenal di Jepang. Percayakah kamu kalau ikebana menyebar ke seluruh penjuru dunia? That’s true, though. Keindahannya pasti bikin setiap yang melihat tertarik. Hal ini menimbulkan pertanyaan, seperti asal usul, cara membuat, bahkan kegunaannya. Penasaran?

History has spoken…

Sekitar abad 500-600 masehi, agama Buddha mulai berkembang di Jepang. Begitu pula dengan tradisi keagamaannya, sehingga ikebana digunakan sebagai persembahan sekaligus dekorasi untuk kuil. Selain itu, penggunaan ikebana diyakini berkaitan dengan animisme (kepercayaan terhadap roh yang hidup dalam benda mati).

Zaman dulu, orang-orang percaya bahwa bunga atau tanaman mati masih memancarkan kesegaran yang tetap “hidup.” Alhasil, mereka merangkai kembali tanaman-tanaman tersebut serta mempercantiknya.

Selain untuk persembahan tradisi keagamaan, ikebana muncul di acara besar lainnya. Misalnya, penyambutan wakil pemerintah dan pejabat, serta resepsi pernikahan. Banyak juga rumah-rumah yang menggunakan ikebana sebagai hiasan.

Not just the beauty

Merangkai bunga dalam tradisi ikebana gak cuma mementingkan keindahan. Aspek-aspek utamanya yaitu bentuk linier (garis lurus atau lengkung), ritme (pengulangan unsur objek yang teratur), serta komposisi warna. Lalu, apa yang dibutuhkan untuk menciptakan ikebana?

Tentunya kamu butuh bunga atau tanaman yang ingin dirangkai, kawat, floral tape (solasi berserat khusus untuk merangkai tanaman), gunting bunga, alas untuk mendekorasi bunga, dan pernak pernik seperti batu kecil yang dapat kamu letakkan dalam vas.

Decorating style

Seni ikebana dapat didekorasi melalui empat teknik, yaitu:

  • Rikka
  • Shoka (Seika)
  • Nageire
  • Jiyuka

source: giphy.com

Sering disebut dengan standing flower. Teknik ini merupakan teknik yang paling tradisional. Bentuknya hanya vertikal atau memanjang ke atas. Biasanya, digunakan untuk hiasan rumah para petinggi di Jepang dan perayaan keagamaan. 

source: giphy.com

Bentuk yang dihasilkan dari teknik ini menyerupai bentuk asli dari tanaman. Tujuan dibuatnya bukan hanya untuk acara formal meski masih terbilang tradisional.

source: giphy.com

Wadah yang digunakan biasanya berbentuk vas tinggi seperti pada teknik rikka dan shoka. Namun, bentuk rangkaian bunganya lebih bebas, sesuai dengan kreasi si pembuat.

source: giphy.com

Ini nih yang paling modern. Gaya merangkai yang bebas, sesuai imajinasi pembuat tanpa mengikuti aturan tradisional, itulah ciri khas dari teknik jiyuka. Bahkan, alas yang digunakan untuk meletakkan bunga dapat berupa logam atau bebatuan kecil untuk menghiasi vas.

Kamu bisa kok bikin ikebana di rumah. Alat-alatnya kan udah tahu, tutorialnya bisa kamu lihat di berbagai platform. Gak harus ke Jepang atau ke luar negeri untuk nikmatin keindahan ikebana. Everything comes from nature, kok. Manfaatkan bunga atau tanaman lain di sekitarmu untuk mempercantik rumah!

Mau tahu lebih banyak tentang budaya Jepang? Gabung sama Cakap aja. Kamu akan diajari angka dalam bahasa jepang serta istilah lainnya di kelas bahasa Jepang. Seru lho, bisa diskusi langsung dengan guru dan nentuin waktu belajarmu sendiri.

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google