Ingin Aman, Ikuti 5 Tips Persiapan Dana Darurat Ini!

super you

Banyak orang tidak mementingkan menyimpan dana darurat. Padahal dana darurat merupakan salah satu dana paling penting bila ada kondisi finansial darurat yang tak bisa kita duga. 

Namanya juga hidup. Banyak risiko yang kita tidak duga yang bisa menyebabkan ketidakstabilan ekonomi keluarga. Entah itu kehilangan sebuah pekerjaan, anggota keluarga, dan lainnya. 

Jika kamu ingin hidupmu lebih aman, yuk simak artikel berikut seputar dana darurat!

Memangnya apa itu dana darurat?

Dana darurat adalah tabungan yang disimpan dan mudah dicairkan untuk keadaan darurat. Biasanya keadaan darurat ini terjadi secara tiba-tiba dan merupakan kebutuhan mendesak, sehingga memerlukan uang yang cukup banyak. 

Contohnya adalah bila ada risiko kehilangan pekerjaan, kecelakaan, jatuh sakit, perbaikan rumah yang mendadak, dan risiko lain yang mungkin menguras kantongmu. 

Tentunya kebutuhan dana darurat berbeda-beda tergantung beban tanggungan dari orang tersebut. Bila kamu masih lajang, maka kamu cukup mengumpulkan 3-6 kali dari pengeluaran bulanan kamu. Sementara jika kamu sudah menikah, apalagi sudah punya anak, maka disarankan untuk menyimpan 6-12 kali pengeluaran bulanan. 

Tips menyiapkan dana darurat

 

dana darurat

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat menyiapkan dana darurat:

1. Hitung berapa pengeluaran bulanan kamu

Perhitungan dana darurat diambil dari pengeluaran bulanan. Karena itu, ada baiknya kamu mulai menghitung berapa jumlah pengeluaran bulanan kamu. Setelah itu, tetapkan berapa jumlah dana darurat yang disiapkan untuk dirimu. 

Idealnya adalah 6 hingga 12 kali dari pengeluaran bulanan kamu, terutama jika kamu sudah berkeluarga. Lebih baik lagi jika lebih. Namun, karena dana darurat termasuk aset likuid, ada baiknya tidak melebihi 15% dari keseluruhan total aset bersih. 

Misalnya kamu mempunyai pengeluaran bulanan Rp5 Juta per bulan, maka kamu harus menabung kira-kira Rp30 Juta untuk dana darurat keluarga.

2. Tentukan target menabung

Setelah kamu mendapat jumlah dana darurat yang kamu butuhkan, kamu bisa mulai merencanakan bagaimana kamu akan menabungnya. Langkah pertama dari cara menabung yang benar adalah menetapkan target menabung.

Kamu bisa menetapkan berapa lama jangka waktu yang kamu butuhkan untuk menyimpan dana darurat. Evaluasi kembali kondisi keuanganmu terlebih dahulu, kemudian tentukan jangka waktu, serta berapa banyak yang ingin kamu sisihkan per bulan demi dana darurat.

Misalnya kamu ingin mempunyai dana darurat dalam 12 bulan. Maka bila target dana darurat kamu adalah Rp30 Juta, kamu perlu menyimpan Rp2.5 Juta per bulannya.

3. Sortir mana yang perlu kamu tekan

Saat ingin menyisihkan dana darurat, kamu mungkin harus menekan pengeluaran lain yang tidak diperlukan. Contohnya adalah menekan biaya konsumtif yang bukan merupakan bagian dari kebutuhan primer kamu.

Selain menekan pengeluaran, kamu juga bisa menyokong kebutuhan kamu dengan mendapatkan pemasukan tambahan. Cari ide atau cara untuk mendapatkan uang selain dari pekerjaan utama kamu. Lebih baik lagi bila pendapatan tersebut merupakan pendapatan pasif (atau disebut juga passive income).

4. Pilih cara tepat untuk menyimpan

Dana darurat harus disimpan dalam keadaan likuid, sehingga mudah diakses dalam keadaan darurat. Namun, di saat yang sama, tidak boleh sampai terlalu mudah sehingga kamu tergoda untuk menghabiskannya. 

Selain itu, dana darurat juga harus disimpan melalui instrumen yang berisiko rendah. Ini artinya kamu tidak boleh menaruh dana darurat ke dalam investasi risiko tinggi, seperti saham.

Karena itu, berikut beberapa opsi yang bisa kamu lakukan untuk menyimpan dana darurat: 

  • Simpan dalam rekening yang berbeda dari rekening biasa. 
  • Jangan buat akun mobile banking agar jauh dari godaan.
  • Masukkan ke dalam rekening berjangka atau deposito. 
  • Investasikan ke instrumen investasi risiko rendah, seperti investasi emas atau investasi reksadana pasar uang, atau obligasi. 

5. Imbangi dengan perlindungan finansial lainnya

super you

Terkadang dana darurat saja belum tentu cukup untuk menutupi kerugian yang dialami ketika menghadapi risiko finansial. Ada baiknya kamu juga menyiapkan perlindungan finansial lainnya berupa asuransi. 

Kondisi keuangan yang baik mempersiapkan dana darurat yang disertai asuransi. Hal ini karena asuransi bisa melindungi kamu dari risiko finansial dengan biaya pertanggungan yang besar. Namun kamu juga tetap butuh dana darurat ya, karena tidak semua risiko finansial bisa ditutupi oleh asuransi. Misalnya belum banyak asuransi yang melindungi kamu dari risiko PHK atau kehilangan pekerjaan. Biasanya asuransi lebih digunakan untuk risiko kecelakaan, meninggal dunia, atau pun jatuh sakit. 

Kamu pun bisa mendapatkan asuransi yang terjangkau namun sesuai kebutuhan kamu melalui asuransi online Super You by Sequis Online. Contohnya saja, kamu bisa membeli asuransi jiwa dan kesehatan dengan hanya Rp30.000-an saja per bulannya. Selain bisa bebas mengatur jenis asuransi, premi, dan uang pertanggungan yang kamu butuhkan sesuai dirimu. Prosesnya pun mudah.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google