Setelah Membaca Ini, Masih Ragu untuk Mendaur Ulang Sampah?

Setelah Membaca Ini, Masih Ragu untuk Mendaur Ulang Sampah?

Mungkin beberapa di antara kamu berpikir kalau mendaur ulang merupakan kegiatan yang merepotkan. Jangankan memilah sampah, pergi untuk membuang sampah pada tempatnya saja kadang malas. Secara realistis, memisahkan sampah itu ternyata tidak sesulit itu dan hanya membutuhkan beberapa menit dari waktu yang kamu miliki. Terkadang sulit untuk memahami mengapa daur ulang dapat membantu bumi.

Prinsip utamanya adalah dengan mendaur ulang, kita dapat menghemat energi yang seharusnya diperlukan untuk menghasilkan produk limbah. Dengan mendaur ulang, kamu sudah berpartisipasi dalam mengurangi faktor pencemar seperti gas yang berbahaya dan dapat menyebabkan suhu blobal meningkat.

Seperti yang telah kamu ketahui, pola cuaca telah berubah di beberapa daerah dan udara terasa semakin panas. Ini adalah efek dari pemanasan global yang merupakan pengaruh dari sampah dan polusi yang menumpuk. Belum lagi pencemaran di air dan tanah. Ini juga dapat berakibat pada ekosistem alam. Kasihan kan kalau hewan-hewan di laut harus tersiksa dengan sampah plastik yang dibuang oleh manusia?

Sedihnya, daerah yang paling terkena dampak adalah negara-negara yang tidak semaju negara-negara di Eropa atau Amerika Serikat. Mengapa? Karena negara-negara berkembang tidak memiliki cukup dana atau sumber daya untuk memberikan kontribusi yang besar terhadap penanggulangan pemanasan global. Ketika negara maju sudah mulai mengelola sampah, negara berkembang masih berkutat dengan penanggulangan bencana alam dan perubahan iklim yang mempengaruhi produksi makanan mereka.

Dari sekian banyak masalah yang ditimbulkan oleh pemanasan global, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan walau kamu tinggal di negara berkembang. Misalnya dengan manajemen sampah.

Pada 16 Juli 2019, Cakap kedatangan tamu dari Generasi Peduli Sampah. Berdasarkan data yang didapat Generasi Peduli Sampah, Jakarta menghasilkan 7.400 ton sampah per hari namun hanya 9% yang berhasil didaur ulang. Kalau dihitung-hitung, 9% dari 7.400 ton itu hanya 666 ton, artinya sebanyak 73.334 ton yang tidak terdaur ulang. Waduh sobat Cakap, kalian yakin tidak ingin mendaur ulang?

Kamu masih punya waktu untuk memperbaiki masalah sampah ini dengan cara mendaur ulang sampahmu sendiri. Berikut caranya:

Cara Mendaur Ulang Sampah

Memisahkan sampah

Pisahkan sampah berdasarkan sifatnya:

  • Sampah organik atau sampah yang dapat terurai seperti dedaunan kering, sisa makanan, dan sayuran
  • Sampah anorganik atau sampah yang tidak dapat didaur ulang seperti plastik, karton, logam, dan sebagainya
  • Sampah B3 atau sampah yang biasanya merupakan sisa bahan kimia berbahaya

Mengurangi polusi dan sampah

Kamu bisa mengurangi polusi dan sampah dengan cara bepergian dengan kendaraan umum dan mengurangi sampah kertas. Misalnya dengan belajar bahasa asing di Cakap. Kamu tidak perlu keluar rumah sehingga tidak menambah polusi dan kamu juga tidak perlu menggunakan kertas.

Sobat Cakap, sekarang bumi butuh bantuan kamu untuk menjadi lebih baik. Kesel kan, kalau kamu setiap hari harus merasakan udara yang tidak sehat dan panas yang menyengat. Yuk, selamatkan bumi sekarang!

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google