Sensasi Tradisi Ramadan di Timur Tengah

Sensasi Tradisi Ramadan di Timur Tengah

Bulan Ramadan telah tiba dan umat Muslim di seluruh dunia menyambut bulan suci ini dengan banyak penuh kegembiraan. Secara tradisional, tibanya bulan Ramadan ditandai oleh penampakan bulan sabit, lebih dari 1 miliar Muslim akan merayakan dan merenungkan iman mereka saat mereka berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam selama sebulan penuh.

Ramadan adalah waktu ketika tradisi dan adat istiadat disorot sehingga memberikan semangat unik kepada setiap negara dan orang yang menjalankannya. Setiap tahun, umat Muslim mempersiapkan diri dan rumah mereka untuk fokus pada kesucian bulan, karena memperingati turunnya wahyu Alquran kepada Nabi Muhammad. Rumah-rumah lebih tenang dan doa-doa terdengar di kota-kota.

Arab Saudi

Sensasi Tradisi Ramadan di Timur Tengah
sumber: alarabiya.net

Di seluruh Arab Saudi, ritual Ramadan adalah hal yang suci di sebagian besar rumah tangga. Saat matahari mulai terbenam, rumah-rumah dipenuhi dengan aroma kapulaga dan kopi Arab yang disiapkan untuk buka puasa. Ada juga campuran adonan goreng, persiapan untuk membuat samboosa, dan aroma manis karkadeh, teh kembang sepatu. Orang-orang Saudi berbuka puasa dengan kurma dan susu atau minuman yogurt yang terkadang dicampur dengan daun mint.

Yuk, Bahas Topik Menarik Seputar Ramadan Sambil Belajar Bahasa Asing di Cakap Live. Download Sekarang!

Beberapa keluarga mengatur nampan minuman qamar al-din (jus aprikot), soobya (minuman tradisional Hijaz yang terbuat dari gandum atau roti yang disiram air selama beberapa hari dan dimaniskan dengan gula dan kismis) dan jus asam (tamarin). Makanan ringan disajikan ketika keluarga bersantai setelah berbuka puasa dengan permen tradisional dan kopi Arab sebelum sholat Tarawih.

Mesir

Sensasi Tradisi Ramadan di Timur Tengah
sumber: egyptianstreets.com

Di Mesir, anak-anak berlarian di sekitar lingkungan mereka mengayunkan fanoos kecil (lentera) dan menyanyikan “wahawi ya wahawi,” sebuah lagu tradisional yang biasa dinyanyikan ketika merayakan awal Ramadan. Orang Mesir menghiasi rumah mereka, jalan-jalan dan lorong-lorong dengan fawanees (jamak dari fanoos). Di sana, makanan berat biasa disajikan untuk berbuka puasa dan makanan  ringan untuk sahur, makanan terakhir malam sebelum melanjutkan puasa.

Keluarga dan kerabat berkumpul di masjid-masjid dan berdoa bersama. Setelah selesai sholat, mereka berkumpul di rumah-rumah atau di kafe-kafe di bawah lampu dan lampu gantung yang menikmati shisha dan teh. Kebiasaan Ramadan yang mengakar kuat di Mesir adalah mesaharati, seorang pria yang berkeliaran di lingkungan dengan drum kecil membangunkan orang satu atau dua jam sebelum fajar untuk sahur. Mesaharati, biasanya tetua lingkungan, ia memanggil setiap tetangga dengan nama sebelum menuju ke lingkungan berikutnya.

Suriah

Sensasi Tradisi Ramadan di Timur Tengah
sumber: weekly.ahram.org.eg

Di Suriah, banyak pasar malam dipenuhi dengan keluarga-keluarga yang berbelanja atau menikmati teh sementara lagu-lagu tradisional dan tarian tradisional ditampilkan untuk umum. Tradisi lain yang sedang berlangsung adalah hakawati atau pendongeng. Berasal dari kata untuk cerita, hekaya, hakawati menceritakan kisah mitos, pahlawan dan dongeng, serta cerita dari Alquran.

Libanon

Sensasi Tradisi Ramadan di Timur Tengah
sumber: easylebaneserecipes.com

Walau sebanyak 40% dari populasi penduduk di Libanon beragama Kristen, Ramadan dirayakan oleh semua orang, dengan banyak daun anggur isi, hummus, fattoush, dan tabbouleh. Badan amal, organisasi kemasyarakatan, dan bisnis menjadi tuan rumah acara pengumpulan dana, sementara masjid dan gereja mengadakan kampanye pakaian bekas dan mendistribusikan keranjang Ramadan untuk mereka yang membutuhkan.

Irak

Sensasi Tradisi Ramadan di Timur Tengah
sumber: staticflickr.com

Di Irak, kota-kota menjadi hidup kembali setelah jam malam dan ruang-ruang publik dipenuhi orang-orang dari segala usia yang menikmati manisan dan teh pasca-buka puasa, berbelanja dan berjalan-jalan malam. Warga setempat merayakan bersama karena kota-kota dipenuhi dengan warna dan lampu senar.

Mheibes, permainan tradisional Irak, dimainkan di kejuaraan nasional. Permainan ini dimainkan dengan dua tim yang beranggotakan setidaknya 20 orang, dengan cincin tersembunyi di telapak tangan, dan anggota tim lawan mengintimidasi para pemain untuk melihat siapa yang memilikinya.

Jika kamu berencana untuk merasakan sensai Ramadan yang berbeda, kamu bisa memulainya dari belajar bahasa asing. Mengapa demikian? Karena dengan menguasai bahasa asing, kamu bisa memperluas koneksi dan peluang sehingga kamu dapat berelasi dengan orang-orang dari negara lain atau bahkan melanjutkan pendidikan di negara lain.

Kamu bisa memulainya dengan kursus bahasa Inggris online melalui aplikasi Cakap. Tidak hanya bahasa Inggris, kamu juga bisa belajar bahasa Jepang atau Mandarin. Cukup dengan mengunduh aplikasi Cakap melalui App Store atau Play Store dan kamu bisa belajar bahasa asing kapanpun dan di manapun.

Related Post

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google