Puasa Membentuk Pribadi Yang Mulia Oleh Ustadz Ammar Rulloh

Ustadz Ammar Rulloh

Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah bulan yang diburu oleh mereka yang mengenal betul keutamaannya dibanding bulan-bulan lainnya. Bulan dimana seseorang merdeka dari belenggu godaan setan, serta momentum untuk mengeruk banyak keuntungan dan keutamaan. 

Ustadz Ammar Rulloh pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai, “Puasa Membentuk Pribadi Yang Mulia”. Ustadz Ammar Rulloh membuka dakwah dengan membacakan sebuah kisah tentang 2 orang ahli surga yang terdapat di dalam mimpi seorang sahabat rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, yakni thalhah bin ubaidillah radhiyallaahu ‘anhu.

Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih, dari Abu Salamah bin Abdurrahman :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ أَنَّ رَجُلَيْنِ مِنْ بَلِيٍّ قَدِمَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ إِسْلَامُهُمَا جَمِيعًا فَكَانَ أَحَدُهُمَا أَشَدَّ اجْتِهَادًا مِنْ الْآخَرِ فَغَزَا الْمُجْتَهِدُ مِنْهُمَا فَاسْتُشْهِدَ ثُمَّ مَكَثَ الْآخَرُ بَعْدَهُ سَنَةً ثُمَّ تُوُفِّيَ قَالَ طَلْحَةُ فَرَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ بَيْنَا أَنَا عِنْدَ بَابِ الْجَنَّةِ إِذَا أَنَا بِهِمَا فَخَرَجَ خَارِجٌ مِنْ الْجَنَّةِ فَأَذِنَ لِلَّذِي تُوُفِّيَ الْآخِرَ مِنْهُمَا ثُمَّ خَرَجَ فَأَذِنَ لِلَّذِي اسْتُشْهِدَ ثُمَّ رَجَعَ إِلَيَّ فَقَالَ ارْجِعْ فَإِنَّكَ لَمْ يَأْنِ لَكَ بَعْدُ فَأَصْبَحَ طَلْحَةُ يُحَدِّثُ بِهِ النَّاسَ فَعَجِبُوا لِذَلِكَ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَدَّثُوهُ الْحَدِيثَ فَقَالَ مِنْ أَيِّ ذَلِكَ تَعْجَبُونَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا كَانَ أَشَدَّ الرَّجُلَيْنِ اجْتِهَادًا ثُمَّ اسْتُشْهِدَ وَدَخَلَ هَذَا الْآخِرُ الْجَنَّةَ قَبْلَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً قَالُوا بَلَى قَالَ وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِي السَّنَةِ قَالُوا بَلَى قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Artinya : “Dari Thalhah bin Ubaidillah, bahwasanya dua orang laki-laki dengan pakaian lusuh mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Mereka berdua telah masuk Islam secara bersamaan, namun yang satu lebih banyak jihadnya dibanding yang lain. Lalu si mujahid pergi berperang di jalan Allah dan mati syahid, sementara temannya masih hidup sampai satu tahun kemudian, lalu ia juga wafat. Thalhah berkata, “Aku bermimpi bahwasanya ketika aku sedang berada di pintu surga, tiba-tiba aku telah berada bersama mereka berdua. Kemudian seseorang keluar dari surga dan mempersilahkan orang yang terakhir wafat di antara mereka. Setelah itu ia keluar lagi dan mempersilahkan orang yang syahid di antara mereka untuk masuk surga. Lalu ia kembali kepadaku dan berkata, “Pulanglah, waktumu belum tiba.” Pagi harinya Thalhah menceritakan mimpinya kepada orang-orang, dan mereka heran akan mimpi tersebut. Lalu berita itu sampai di telinga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan mereka pun menceritakan itu kepada beliau. Beliau berkata, “Apa yang membuat kalian heran?” mereka menjawab, “Wahai Rasulullah orang yang pertama ini adalah yang paling banyak jihadnya di antara mereka, lalu ia mati syahid, tapi kenapa temannya yang meninggal terakhir masuk surga lebih dahulu darinya?” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, “Bukankah temannya itu masih hidup setahun setelah kematiannya?” mereka menjawab, “betul”, beliau berkata, “Dan bukankah ia masih mendapati Ramadhan, lalu ia berpuasa, melakukan shalat ini dan itu selama satu tahun itu?!” mereka menjawab, “betul”, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, “Maka jarak antara mereka lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi!”

Bayangkan betapa agungnya bulan Ramadhan ketika sederet keutamaan syahid yang sangat menakjubkan saja kalah dibanding dengan berpuasa sebulan penuh dan menegakkan amalan shalih lainnya di bulan tersebut? Telah banyak hadits-hadits yang tersebarmengenai keutamaan bulan Ramadhan yang begitu besar.

Melalui bulan Ramadhan ini, mari kita jadikan sebagai momentun untuk merenung (tafakur) dan berintrospeksi diri (muhaasabah), dalam kehidupan sosial terlihat adanya pergeseran nilai positif (akhlaq al kariimah) sudah mulai terkikis, kejujuran dan kesantunan sudah mulai asing diantara sesama, seseorang melakukan dan berbuat baik kepada orang lain dilakukan karena ada misi atas imbalan duniawi semata. Lahirnya amal shaleh dilakukan karena atas dasar kepentingan sesaat, baik peribadi, kelompok, dan golongan yang pada gilirannya hanya akan melahirkan halusinasi, frustasi dan saling menggugat, menghujat serta saling salah menyalahkan. Perilaku manusia yang didasari hanya dengan kepentingan duniawi dan sesaat itu justeru akan lenyap manakala kepentingan tersebut tidak terpenuhi, tanpa disadari-seolah-olah bahwa dirinya merasa paling besar, paling hebat, paling kuat, paling pintar, paling benar, paling berkuasa, paling kaya dan seterusnya, seolah-olah semua manusia kecil dan harus takluk dihadapannya.

Tidakah sadar, bahwa manusia sesungguhnya tidak lain adalah makhluk yang sangat lemah, tidak berdaya, semuanya butuh kepada Dzat Yang Maha Kaya, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Mengetahui yakni Allah ‘Azza Wa Jalla. Maka kepada siapa lagi manusia berharap kecuali kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita dan dengan kasih sayang-Nya kita diberi kesempatan telah selesai melaksanakan ibadah shaum Ramadhan tahun ini dan menikmati menghirup nafas setiap detik tidak pernah berapa kita harus menghabiskan biaya untuk membelinya. Dengan menghayati ibadah shaum Ramadhan dan merasakan nikmat yang ada pada diri kita maka pada hari yang fitri ini diharapkan kita mampu menjadikan Ramadhan untuk membentuk pribadi menjadi lebih jujur dan lebih santun.

Semoga bulan Ramadhan dapat melatih diri kita menjadi  hamba yang mampu melewati ujian dan mampu memerdekakan diri dari karakter negatif. Oleh karenanya pengabdian dan kepasrahan dengan ikhlas dan jujur merupakan satu-satunya simbol dan modal yang akan bertahan dan berkelanjutan untuk mengawal kehidupan kita dimasa datang.

Sebagaimana sabda Nabi SAW :

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Artinya : “Barang siapa yang shaum di bulan Ramadhan dengan motivasi iman dan mengharap ridha Allah SWT, pasti ia mendapat ampunan dari Allah atas segala dosanya yang sudah lewat.”

Ustadz Ammar Rulloh menjelaskan lebih dalam mengenai, “Puasa Membentuk Pribadi Yang Mulia” pada kajian Awadah Dakwah Festival 2020 melalui tayangan video berikut ini.

Puasa Membentuk Pribadi Yang Mulia

Oleh Ustadz Ammar Rulloh

Ikuti Awadah Dakwah Festival secara LIVE, pukul 16.00 WIB dan 21.00 WIB setiap hari selama bulan Ramadhan hanya di aplikasi Cakap, sebuah platform belajar bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan Indonesia.

Jangan lupa untuk download aplikasi Cakap untuk dapat terus tonton video Awadah Dakwah Festival setiap hari selama bulan Ramadhan 1441 H. Cari tau di sini untuk jadwal lengkap  Awadah Dakwah Festival 2020.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google