Sabun, Hand Sanitizer, Disinfektan: Kenali Perbedaannya

perbedaan sabun, hand sanitizer, disinfektan

Sabun, hand sanitizer, dan disifektan. Ketiga istilah ini akhir-akhir ini sering sekali kita jumpai di mana-mana. Di tengah pandemi Covid-19, kesehatan dan kebersihan saat ini menjadi hal sangat krusial. Pasalnya, ratusan ribu orang telah terinfeksi virus ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk ikut mencegah penyebarannya, dimulai dari menjaga kebersihan diri kita sendiri. 

Kenapa sih menjaga kebersihan, terutama dengan mencuci tangan, penting banget? Virus Corona menyebar melalui droplet atau percikan, misalnya saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin ataupun melalui permukaan dimana virus tersebut menempel. Saat kita menyentuh permukaan tersebut kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut kita, kita bisa ikut terinfeksi.

Maka itu, kita harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk ikut membantu mencegah penyebaran dan melandaikan kurva (flatten the curve), salah satunya dengan rajin membersihkan tangan. Namun, banyak orang yang masih bingung nih. Sabun cuci tangan, hand sanitizer, sama disinfektan? 

Sabun cuci tangan

Ahli kesehatan mengatakan bahwa mencuci tangan dengan air dan sabun merupakan cara terbaik untuk menjaga kebersihan tangan dan melindungi diri. Sabun dan air lebih efektif dibandingkan hand sanitizer, terutama saat tanganmu kotor. 

Hand sanitizer memang bisa membunuh kuman, tapi hand sanitizer tidak bisa menghilangkan kuman secara fisik dari kulitmu seperti sabun dan air. Sabun mengandung surfaktan yang dapat mengangkat minyak dan mikroba pada kulit. Jadi, jika ada virus atau bakteri yang menempel pada debu atau kotoran di tangan, mencuci tangan dengan sabun secara tidak langsung bisa menghilangkan virus atau bakteri tersebut. 

WHO menyarankan untuk mencuci tangan dengan sabun selama 20-30 detik, atau dengan menyanyikan lagu “Happy Birthday” sebanyak dua kali. Ingat untuk tidak hanya mencuci telapak tangan saja ya, tapi juga seluruh permukaan tangan mulai dari depan, belakang, hingga sela-sela jari. 

Setelah mencuci tangan dengan sabun, bilas dengan air kemudian segera keringkan dengan handuk bersih. Mengeringkan tangan juga sama pentingnya dengan mencuci tangan. Saat tangan basah, kuman akan lebih mudah pindah. 

Cuci tangan setelah dari kamar mandi, sebelum menyiapkan makanan, setelah batuk atau bersin, dan setelah kamu menyentuh benda-benda yang belum dibersihkan. 

Hand sanitizer

Hand sanitizer bukan pengganti dari sabun. Namun, saat kamu sedang berada di luar dan tidak bisa menemukan sabun cuci tangan, hand sanitizer bisa menjadi alternatif. Ada begitu banyak jenis hand sanitizer, mulai dari gel, yang berbasis alkohol, yang alami, yang mengandung wewangian, dan banyak lagi. 

Namun, dalam menjaga kebersihan, yang perlu kamu cari dari hand sanitizer adalah yang mengandung 60-70% alkohol. Alkohol dapat mengurangi dan bahkan membunuh kuman pada tangan. 

Gunakan hand sanitizer pada seluruh permukaan tangan sampai tanganmu cukup basah dan gosok-gosok sampai tanganmu kering. Dianjurkan untuk menggunakan sanitizer sampai setidaknya butuh  15-20 detik untuk mengeringkannya. Jadi, jangan lap tanganmu setelah menggunakan sanitizer ya. Diamkan saja sampai kering. 

Disinfektan

Sebenarnya sanitizer dan desinfektan ini mirip. Keduanya mengandung bahan-bahan kimia yang bisa membunuh kuman, bakteri, dan virus. Namun bedanya, hand sanitizer lebih digunakan untuk tubuh khususnya tangan. Sementara disinfektan digunakan pada benda seperti meja, kursi, pegangan pintu, dan benda-benda lainnya yang sering disentuh. 

Jadi, hindari untuk menyemprotkan cairan disinfektan langsung ke anggota tubuh ya. Soalnya, menyemprotkan disinfektan ke makhluk hidup malah justru bisa memicu gangguan kesehatan. Makanya, sebelum menyemprotkan disinfektan sebaiknya gunakan alat pelindung. 

Sementara cairan disinfektan dapat dimanfaatkan untuk membunuh kuman, bakteri, dan virus dengan disemprotkan pada benda-benda yang sering tersentuh. Hindari menyemprotkan cairan disinfektan pada anggota tubuh ataupun bio organisme lainnya.

Kapan menggunakan disinfektan? Kalau hand sanitizer bisa digunakan kapan saja saat kamu sedang tidak bisa menemukan sabun, disinfektan hanya dianjurkan untuk digunakan dua kali sehari, sebelum memulai dan sesudah melakukan aktivitas.

Nah, jadi sekarang kamu sudah tahu ya bedanya. Ingat untuk sesering mungkin mencuci tangan. Jangan lupa juga untuk tetap menerapkan social distancing. Untuk kamu yang sudah mulai merasa bosan di rumah, kamu bisa baca rekomendasi aktivitas untuk dilakukan dari Cakap. 

Tetap semangat ya, Sobat Cakap!

 

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google