Penulis Novel Ini Ternyata Berjasa Besar Bagi Dunia Bahasa

Penulis Novel Ini Ternyata Berjasa Besar Bagi Dunia Bahasa

Sebagian dari kamu pasti pernah membaca, menonton, atau mungkin mendengar tentang serial fiksi The Lord of the Rings dan The Hobbit. Kedua fiksi fantasi klasik tersebut adalah segelintir dari sekian banyak karya dari J. R. R. Tolkien. Selain fiksi, beliau juga merupakan salah satu penulis sejarah dan etimologi kata dalam Kamus Bahasa Inggris Oxford yang kamu gunakan ketika belajar bahasa Inggris.

Ingin Jago Berbahasa Inggris? Yuk Download Aplikasi CAKAP

 

Keren, kan? Ingin tahu lebih dalam tentang J. R. R. Tolkien? Simak artikel berikut!

J. R. R. Tolkien atau John Ronald Reuel Tolkien, CBE, FRSL (baca: tolkin) adalah seorang penulis, penyair, filolog, dan akademisi Inggris yang paling dikenal sebagai penulis buku fantasi tinggi klasik adalah The Hobbit, The Lord of the Rings, dan The Silmarillion. Beliau lahir pada 3 Januari 1892 dan wafat pada 2 September 1973.

Selain menulis, beliau juga pernah menjabat sebagai Professor Bahasa Anglo-Saxon dan Professor Bahasa dan Sastra Inggris di Universitas Oxford. Beliau juga pernah bekerja sebagai Professor Bahasa Inggris di Universitas Leeds.

Pada 28 Maret 1972, Tolkien diangkat sebagai Komandan Ordo Kerajaan Inggris oleh Ratu Elizabeth II. Tolkien adalah anggota kelompok diskusi sastra informal yang dikenal sebagai Inklings dan di sana, beliau menjadi teman dekat C. S. Lewis yang merupakan penulis dari The Chronicles of Narnia.

Baca Juga

Menulis dan Mendidik

Penulis Novel Ini Ternyata Berjasa Besar Bagi Dunia Bahasa
sumber: bbci.co.uk

Setelah meninggalkan ketentarannya pasca Perang Dunia I, beliau bekerja di Oxford English Dictionary abgian sejarah dan etimologi kosakata yang berasal dari bahasa Jermanik yang dimulai dari huruf W. Pada tahun 1920, mengambil posisi sebagai pengajar bahasa Inggris di Universitas Leeds dan menjadi profesor termuda di sana. Ketika di Leeds, beliau menulis A Middle English Vocabulary dan edisi definitif Sir Gawain and Green Knight bersama E. V. Gordon. Beliau juga menerjemahkan buku Sir Gawain, Pearl, and Sir Orfeo. Pada 1925, beliau kembali ke Oxford sebagai Profesor Bahasa Anglo-Saxon.

Selama waktunya di Pembroke College, Oxford, Tolkien menulis The Hobbit dan dua volume pertama The Lord of the Rings. Beliau juga menerbitkan esai filologis pada tahun 1932 dengan nama “Nodens”.

Karier Linguistik

Penulis Novel Ini Ternyata Berjasa Besar Bagi Dunia Bahasa
sumber: emaze.com

Baik karier akademis mau pun sastranya, Tolkien tidak terlepas dari kecintaannya pada bahasa dan filologi. Beliau berspesialisasi dalam filologi bahasa Inggris di universitas dan pada tahun 1915 lulus dengan Old Norse sebagai subjek khususnya. Beliau bekerja untuk Oxford English Dictionary dari 1918 dan dikreditkan karena telah mengerjakan sejumlah kata yang dimulai dengan huruf W, termasuk walrus, di mana beliau harus berjuang mati-matian untuk menemukan etimologi dan sejarah katanya.

Pada 1920, Beliau menjadi Reader (tingkatan pengajar) in English Language di University of Leeds, di mana beliau mendapat penghargaan karena meningkatkan jumlah siswa linguistik dari lima menjadi dua puluh. Dia memberikan kelas syair kepahlawanan Inggris Kuno, sejarah bahasa Inggris, berbagai teks Inggris Kuno dan Inggris Tengah, filologi Inggris Kuno dan Tengah, pengantar filologi Jermanik, Gotik, Islandia Tua, danWelsh Abad Pertengahan. Pada 1925, di 33 tahun, Tolkien melamar sebagai Profesor Anglo-Saxon di Pembroke College, Oxford.

Baca Juga

Konstruksi Bahasa

Penulis Novel Ini Ternyata Berjasa Besar Bagi Dunia Bahasa
sumber: pinimg.com

Sejalan dengan pekerjaan profesional Tolkien sebagai seorang filolog, beliau juga menunjukkan kecintaannya pada bahasa dengan membangun bahasa baru. Yang paling berkembang di antaranya adalah Quenya dan Sindarin. Tolkien menganggap bahasa yang tidak dapat dipisahkan dari mitologi yang terkait dengan kebudayaan dari asal bahasa tersebut.

Popularitas buku-buku Tolkien memiliki efek kecil tetapi bertahan lama pada penggunaan bahasa dalam sastra fantasi dan bahkan pada kamus-kamus yang dewasa ini umumnya menerima ejaan istimewa Tolkien, yaitu dwarves dan dwarvish, yang hanya sedikit digunakan sejak pertengahan abad ke-19 dan sebelumnya. Beliau juga menciptakan istilah eucatastrophe.

Salah satu penilis kawakan yang terinspirasi dari Tolkien adalah George R. R. Martin, penulis serial fantasi epik A Song of Ice and Fire yang diadaptasi menjadi sebuah serial TV yang berjudul Game of Thrones.

Nah, itulah sekilas kehidupan J. R. R. Tolkien. Bagi sobat Cakap yang ingin kuliah di bidang sastra, mungkin bisa menjadi seperti beliau. Karyanya pun dapat kamu jadikan sebagai salah satu suplemen belajar bahasa Inggris di Cakap. Kamu pun bisa mendiskusikan karya Tolkien dengan pengajar di kursus bahasa Inggris online bersama Cakap. Jika kamu mendalami hal yang kamu minati, misalnya bahasa, kamu akan melaju lebih jauh daripada hanya sekedar belajar. Semoga bisa memotivasi!

Related Post

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google