Ini 7 Cara Buat Resolusi Tahun Baru yang Realistis

Selamat tahun baru! Tahun baru, pencapaian baru dong. Banyak yang membuat resolusi tahun baru tiap awal tahun. Tapi rasa-rasanya sedikit yang mencapai semua resolusinya. Kalau kamu gimana nih? Udah buat resolusi belum?

Buat yang belum maupun yang sudah, yang perlu diingat adalah agar resolusimu tetap realistis. Kalau ketinggian, nanti pas jatuh sakit lho. Maksudnya, kalau goals kamu gak realistis, yang ada nanti kamu kecewa sendiri.

Yuk ikuti 7 cara membuat resolusi tahun baru yang realistis agar semuanya bisa terlaksana dengan lancar!

Metode SMART

Metode SMART
source: giphy.com

Salah satu konsep yang terkenal untuk mencapai tujuan secara efektif adalah metode SMART. Apa itu SMART? Specific (spesifik), Measurable (terukur), Achievable (bisa dicapai), Realistic (realistis), Timely (terikat waktu).

Jadi intinya, tujuanmu harus jelas supaya kamu bisa fokus pada target, juga bisa diukur seperti seberapa sering atau seberapa banyak. Bisa dicapai dan realistis artinya tujuanmu tidak terlalu sulit sampai-sampai tidak mungkin untuk dicapai, dan memiliki batasan waktu sehingga lebih memotivasi.

Buat tujuan yang rinci

Buat tujuan yang rinci
source: giphy.com

“Menghemat”, “lebih produktif”. Itu contoh-contoh goal yang baik. Tapi kekurangannya, target tersebut tidak spesifik. Menghemat seberapa banyak? Produktif yang seperti apa? Tanpa target yang rinci, niatmu bisa hilang begitu saja.

Sebaliknya, niat yang jelas membantumu untuk tetap fokus pada tujuan. Kaitkan tujuanmu dengan suatu aktivitas yang spesifik. Menghemat uang dengan cara tidak sering jajan, misalnya. Dengan demikian, resolusimu tidak hanya sekadar daftar di kertas saja.  

Buat resolusi yang lebih kecil

Buat resolusi yang lebih kecil
source: giphy.com

Resolusi atau tujuan yang terlalu tinggi malah akan membuatmu gagal. Maka itu, tetapkan satu goal yang realistis kemudian buat resolusi yang lebih kecil untuk mencapai goal tersebut.

Misalnya, jangan membuat resolusi seperti ‘gak akan makan junk food lagi’. Kemungkinan kamu tidak akan bisa mencapai goal ini. Buat goal yang lebih kecil dan realistis. Misalnya kalau tadinya seminggu 3 kali makan junk food, buat targetmu menjadi seminggu 1 kali saja.

Beritahu teman dan keluarga

Beritahu teman dan keluarga
source: giphy.com

Menyampaikan resolusi ke orang lain memperbesar kemungkinan tujuanmu tercapai. Kenapa? Pertama, kamu jadi lebih termotivasi karena sekarang tujuanmu gak cuma kamu simpan sendiri tapi juga diketahui oleh orang lain.

Ini membuatmu jadi lebih bertanggung jawab dan lebih sulit untuk mundur. Selain itu, dukungan dari orang-orang terdekat akan menjadi semangat dan motivasi untuk mencapai target tersebut. Kalau kamu sedang malas atau lupa, jadi ada yang mengingatkan deh!

Catat perkembangan

Catat perkembangan
source: giphy.com

Catat setiap kemajuan atau kegagalan dalam prosesmu mencapai target. Selain menjadi motivasi, ini juga membantumu untuk mengenali seberapa jauh progress kamu dan melihat apakah dibutuhkan penyesuaian atas tujuan yang sudah ditetapkan.

Rintangan itu wajar

Rintangan itu wajar
source: giphy.com

Jika kamu mengalami kegagalan atau sempat goyah, jangan langsung berkecil hati. Nyatanya, 75% orang yang membuat resolusi goyah dalam 2 bulan pertamanya. Yang terpenting adalah bagaimana kamu bisa bangkit dan menanganinya. Merasa bersalah wajar, tapi jangan terus-terusan ya. Segera sadari kegagalanmu dan kembali memperbaikinya.  

Rayakan kesuksesan kecil

Rayakan kesuksesan kecil
source: giphy.com

Kalau kamu terlalu fokus pada tujuan akhir, kamu akan mudah untuk merasa kecil hati ketika perkembanganmu tidak signifikan. Oleh karena itu, penting untuk menghargai keberhasilan kecil selama menjalankan target.

Dibanding menunggu sampai kamu sampai sangat fasih dalam suatu bahasa, rayakan pencapaian-pencapaian kecil misalnya berhasil memahami 150 kata. Hadiahi dirimu seperti dengan buku bagus atau hangout bersama teman.

Resolusimu jago bahasa asing? Cakap bisa jadi partner kamu untuk mencapai resolusimu! Mau bahasa Inggris, Mandarin, ataupun Jepang, Cakap siap membantu!

 

Baca Juga:

 

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google