Pernah Dengar Tentang Influencer Marketing?

Kalau kamu aktif di media sosial, pasti kenal dong, dengan Rachel Vennya, Jerome Polin, dan Jovi Adhiguna? Ketiga nama tersebut punya persamaan lho, yaitu sama-sama influencer. Sebenarnya, apa sih, influencer itu?

Seperti namanya, influencer adalah orang yang bisa memberikan influence kepada orang lain dalam membuat keputusan, salah satunya adalah keputusan untuk membeli produk tertentu. Influencer ini memiliki pengikut yang banyak di media sosial dan memiliki tingkat engagement yang tinggi dengan pengikutnya.

Pekerjaan dan keahlian influencer bisa berbeda-beda, mulai dari pengusaha yang jago public speaking hingga vlogger yang kreatif banget. Karena mereka punya kemampuan untuk memberikan pengaruh dalam keputusan membeli produk, bekerja sama dengan influencer dapat menjadi salah satu strategi marketing

Have you heard about influencer marketing? Kira-kira kamu bisa nggak ya jadi salah satunya?

Ada Berapa Jenis Influencer?

source: giphy.com

Influencer terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan jumlah pengikutnya di media sosial. Siapa aja yang bisa disebut sebagai seorang influencer?

Micro Influencer

Sebutan ini berlaku untuk influencer yang punya 1.000 sampai 100.000 pengikut. Secara angka, mungkin pengikut mereka nggak terlalu banyak. Namun, kelebihan dari micro influencer adalah engagement  mereka ke pengikutnya. 

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Keller Fay Group di Amerika Serikat, 82% konsumen mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh micro influencer. 53% rekomendasi yang diberikan oleh Keller Fay Group dilakukan di tempat kerja.

Audiens dari micro influencer cenderung lebih tertarget. Sang micro influencer pun bisa membuat konten yang lebih relevan yang sesuai dengan pengikutnya. 

Macro Influencer

Kalau tipe influencer yang ini, mereka punya pengikut yang lebih banyak, yaitu 100.000 sampai 1 juta pengikut. Macro influencer dapat menjangkau konsumen lebih banyak, namun dengan pengikut yang juga lebih diverse. Macro influencer nggak hanya bermain di Instagram, namun juga membuat vlog di Youtube atau kontek di Tiktok.

Macro influencer ini dikenal oleh banyak orang, namun belum tentu seorang selebritis. Engagement dari macro influencer memiliki potensi bagi perusahaan yang mau mempromosikan produknya ke masyarakat luas.

Mega Influencer

Untuk masuk ke kategori ini, seorang influencer harus memiliki lebih dari juta pengikut di media sosial. Influencer yang masuk dalam kategori ini sudah dikenal banget oleh banyak orang. Namun, karena mereka juga memiliki pengikut yang banyak dan engagement yang tinggi, harga untuk kerja sama akan lebih mahal dibanding micro dan macro influencer.

Kenapa Influencer Marketing Penting?

source: giphy.com

Influencer marketing merupakan kolaborasi bisnis dengan influencer untuk mempromosikan produk atau jasa. Kegiatan pemasaran lewat influencer ini dilakukan dengan menyampaikan informasi mengenai produk atau jasa yang dijual lewat interaksi personal. Pemasaran dilakukan melalui media sosial, seperti Instagram, Youtube, Twitter, dan blog.

Sebagai konsumen, kamu lebih percaya beli produk dari rekomendasi orang secara personal atau dari iklan? Nyatanya, personal touch lebih meninggalkan kesan dibanding cuma sekadar advertisement. Apalagi jika si influencer juga nunjukin cara menggunakan produk secara honest. Publik lebih percaya review jujur yang diberikan influencer dibanding hanya kata-kata promosi.

Ketika si influencer membuat konten review atau promosi suatu produk, konten-konten tersebut dapat langsung diterima oleh pengikutnya di timeline media sosial mereka. Konten yang dibuat influencer pun nggak semahal membuat iklan di televisi atau billboard

Biaya kerja sama dengan influencer ditentukan berdasarkan pengikut dan engagement yang ia punya. Semakin tinggi angka pengikut dan engagement, semakin tinggi juga harganya. Tapi, diibaratkan ada harga dan ada barang, influencer dengan engagement tinggi berarti lebih besar juga pengaruhnya. 

Kalau kamu suka otomotif, influencer yang kamu follow bisa jadi Gofar Hilman, sedangkan kalau kamu suka makeup, mungkin kamu suka nontonin konten Sarah Ayu. Influencer memiliki audiens yang berbeda sesuai skill dan soft skill mereka. Hal ini membuat influencer marketing lebih gampang menjangkau target marketing terhadap suatu produk yang mau dipasarkan.

Sebagai pelaku bisnis, kamu harus perhatikan influencer mana yang mau kamu ajak kerja sama. Apakah sesuai dengan produk yang mau kamu pasarkan? Sesuai nggak audiens si influencer ini dengan produk yang mau kamu jual?

Jangan sampai kamu berbisnis kecantikan tapi malah bekerja sama dengan influencer di bidang kuliner ya. Brand dan influencer juga harus match!

Engagement

source: giphy.com

Hal ini penting banget. Kenali background dari influencer yang ingin kamu ajak kerja sama. Apakah reputasinya bagus? Audiensnya sesuai nggak dengan produk yang mau kamu pasarkan lewat si influencer? Gimana engagement si influencer dengan pengikutnya? 

Banyak banget influencer di luar sana yang punya ribuan followers. Tapi, kalau nggak ada engagement-nya, bisa-bisa pesan dari brand yang mau disampaikan malah nggak maksimal. Konsistensi engagement bisa dikatakan adalah yang paling penting untuk kesuksesan kerja sama pemasaran ini. 

Yous still can have a lot of followers but full of haters, or a lot of comments but full of swearing. Engagement yang baik adalah engagement yang menimbulkan pengaruh atau impact dari apa yang dipasarkan. Nggak hanya bicara soal angka, tapi juga soal gimana orang-orang percaya akan apa yang si influencer rekomendasikan.

Dalam influencer marketing, tentunya peran teamwork nggak bisa dilupakan. Tim marketing suatu brand harus bekerja sama agar pesan dari produk atau kampanye brand tersebut sampai ke publik. Tim marketing juga harus melakukan brainstorm bareng si influencer untuk bikin konten yang sesuai dengan tujuan pemasarannya. 

Hasil dari influencer marketing nggak instan. Ada waktu untuk audiens mengenal brand atau produk yang kamu pasarkan. Sama halnya dengan membuat konten yang engaging, nggak ada yang semuanya langsung jadi!

Selain Influencer Marketing,

Yuk, Upgrade Skill Kamu di Bidang Lain

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google