Impostor Syndrome, Tipe Crewmate dalam Dunia Nyata

impostor syndrome

Kamu sering main game among us? Game ini sedang ramai dimainkan oleh warga Indonesia. Saking serunya, game ini sering dijadikan meme lho guys. Makanya jangan heran kalau liat meme among us bertebaran di sosial media.

Selain menjadi meme, salah satu karakter dalam game tersebut, impostor, juga ramai diperbincangkan oleh netizen. Namun sebenarnya impostor benar ada di dunia nyata lho, biasanya disebut dengan impostor syndrome. Daripada bingung, cari tau yuk!

Apa itu Impostor Syndrome?

Dalam game among us, impostor adalah salah satu karakter atau crewmate yang harus diwaspadai karena ia adalah penipu yang akan membunuh karakter lain dalam game tersebut.

Sedangkan impostor syndrome adalah keadaan dimana seseorang merasa dirinya tidak kompeten terhadap sesuatu padahal sebenarnya mereka sangat baik dalam hal tersebut.

Lalu apa hubungannya dengan impostor dalam game among us? Hubungannya adalah orang-orang yang berprestasi tersebut banyak menganggap dirinya adalah penipu karena keberhasilan dirinya terjadi akibat keberuntungan bukan karena jerih payahnya.

Nah, Dr. Valerie Young dalam bukunya yang berjudul The Secret Thoughts of Successful Women: Why Capable People Suffer from the Impostor Syndrome and How to Thrive in Spite of It, telah membagi impostor menjadi 5 tipe. Kamu salah satunya bukan?

5 Tipe Impostor Syndrome

Dilansir dari laman ImpostorSyndrome, Dr. Valerie Young membagi menjadi 5 tipe untuk memudahkan proses identifikasi apakah seseorang mengalami impostor syndrome atau tidak. Berikut 5 tipe impostor syndrome:

1. The Perfectionist

Seseorang yang perfectionist menetapkan target yang tinggi bagi diri mereka sendiri sehingga ketika mereka gagal, mereka cenderung ragu akan dirinya.

Seorang perfectionist juga suka mengontrol dan merasa apabila suatu hal ingin dijalankan dengan benar, maka hanya diri mereka sendiri yang dapat melakukannya.

Berikut ciri-ciri the perfectionist yang bisa bantu kamu cari tau apakah kamu termasuk salah satunya atau bukan:

  • Gaya memimpin micromanagement
    Micromanagement adalah kegiatan kepemimpinan yang terlalu berlebihan. Pemimpin dengan gaya ini kerap mengontrol serta ikut campur atas pekerjaan yang ada di semua kalangan.
  • Sulit mendelegasikan pekerjaan
    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, seorang yang perfectionist merasa hanya dirinya yang dapat melakukan suatu hal dengan benar. Maka dari itu, orang dengan tipe ini sulit untuk mendelegasikan pekerjaan.
  • Semua hal harus sempurna
    Seorang yang perfectionist memiliki ekspektasi bahwa semua hal yang ia lakukan dapat selesai dengan sempurna. Padahal hal tersebut mustahil. Orang dengan tipe ini akan kesulitan menerima hal tersebut

Setelah membaca ciri-ciri di atas, apakah kamu salah satunya? Atau jangan-jangan malah atasan kamu yang punya tipe kaya gitu? Nah, cara mudah untuk mengatasi tipe ini yaitu dengan belajar menerima kesalahan dan kekurangan. 

2. The Superman/woman

The superman/woman adalah orang yang mendorong dirinya dengan keras agar ia dapat melakukan segala hal. Umumnya, orang dengan tipe ini cenderung bekerja lebih keras dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Namun sebenernya hal tersebut ia lakukan untuk menutupi perasaan insecure mereka.

Berikut ini ciri-ciri dari orang dengan tipe the superman/woman:

  • Merasa stress saat tidak bekerja
  • Bekerja lebih lama dari orang lain
  • Mengorbankan hobi untuk pekerjaan
  • Merasa hasil pekerjaannya masih di bawah orang lain meskipun sudah mendapat banyak achievements

Orang dengan tipe ini sebenarnya haus akan validasi eksternal seperti pujian dari orang lain. Ia tidak merasa percaya diri dengan kemampuannya sehingga pujian dari orang lain meningkatkan rasa kepercayaan dirinya.

Jika kamu adalah tipe ini, maka kamu harus meningkatkan rasa percaya diri sendiri tanpa perlu dipuji oleh orang lain. Jika tidak, kamu akan merasa stress ketia suatu saat kamu mendapat kritik atas pekerjaanmu.

Ajak Crewmate Kamu Belajar Bahasa Inggris di Cakap Semi Privat!

3. The Natural Genius

Natural genius bukan merujuk pada orang yang terlahir jenius. Namun, tipe ini adalah orang yang merasa dirinya harus menjadi seorang yang natural genius. Ia akan merasa insecure jika membutuhkan waktu yang lama dalam menguasai sesuatu.

Orang dengan tipe ini mirip dengan tipe perfectionist karena membuat standar yang tinggi bagi dirinya sendiri. Ekspektasi orang dengan tipe ini adalah berhasil pada percobaan pertama.

Ciri-ciri dari orang dengan tipe ini adalah sebagai berikut:

  • Merasa dirinya tidak membutuhkan mentor karena ia dapat melakukannya sendiri
  • Merasa malu dan tidak percaya diri ketika dihadapkan dengan kegagalan
  • Tidak mau keluar dari zona nyaman sehingga menghindari berbagai tantangan
  • Terbiasa unggul tanpa harus melakukan banyak usaha

Untuk mengatasinya maka kamu perlu percaya bahwa suatu hal dapat terjadi karena telah melewati proses yang panjang. Percaya bahwa semua hal tidak instan dan harus melewati proses pembelajaran.

4. The Soloist

Kamu males minta bantuan sama orang lain? Mungkin kamu salah satu dari tipe ini. The soloist adalah tipe orang yang merasa insecure jika menerima atau meminta bantuan dari orang lain. Orang dengan tipe ini menolak bantuan karena ingin menunjukan nilai yang ia miliki.

Ciri-ciri dari orang dengan tipe the soloist adalah merasa tidak butuh bantuan orang lain dan percaya bahwa tanpa bantuan orang lain ia bisa mencapai tujuannya. 

5. The Expert

The expert adalah tipe orang yang mengukur kompetensi dari “apa” dan “seberapa banyak” yang mereka ketahui dan dapat mereka lakukan. 

Mereka merasa inscure atas ilmu yang mereka miliki dan mereka sangat takut dianggap sebagai orang yang tidak berpengetahuan atau tidak berpengalaman. 

Akibatnya mereka haus akan ilmu secara berlebihan hingga mempelajari segala hal dan tidak pernah merasa cukup akan ilmu yang mereka telah pelajari.

Berikut ini ciri-ciri orang dengan tipe the expert:

  • Enggan melamar pekerjaan kecuali ia telah memenuhi segala persyaratan dalam lowongan
  • Terus menerus mencari pelatihan dan sertifikasi karena merasa perlu meningkatkan keterampilan agar sukses
  • Tidak pernah merasa puas akan hal yang telah ia raih sehingga ia ingin lebih dan lebih

Haus akan ilmu memang bagus untuk komptensi diri kita, namun hal itu tidak baik jika dilakukan secara berlebihan karena akan timbul kecenderungan untuk menunda sesuatu.

Jika kamu salah satu dari tipe ini, mulai lah untuk belajar jika memang dibutuhkan daripada kamu menimbun ilmu hanya agar tidak merasa insecure.

Selain itu, kamu juga harus belajar menerima kekurangan diri sehingga tidak merasa insecure jika orang lain mengetahui kemampuanmu yang masih kurang.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Konsentrasi agar Fokus Belajar

Kepercayaan diri adalah main issue dari impostor syndrome dan juga fase quarter-life crisis. Jadi, biasanya orang yang mengalami impostor syndrome adalah anak muda yang sedang dalam fase quarter-life crisis

Jika kamu merasa kurang percaya diri maka kamu harus ambil action atau tindakan. Seperti contoh, jika kantormu mewajibkan untuk menggunakan Bahasa Inggris dan ternyata kamu belum lancar. Maka, tidak ada salahnya jika kamu ikut kelas bahasa Inggris di Cakap agar semakin fasih dan lancar. Jadikan itu sebagai tantangan, bukan justru menghindarinya!

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google