Bagaimana Hukum Mengkhususkan Hari Jumat dengan Berpuasa Oleh KH. Fathir Hambali

Bagaimana Hukum Mengkhususkan Hari Jumat dengan Berpuasa

Ramadhan sebentar lagi akan meninggalkan kita, dan sudah hampir sebulan Awadah Dakwah Festival menemani sobat Cakap dengan kajian menarik setiap hari. Pada kesempatan kali ini KH. Fathir Hambali akan membahas mengenai, “Bagaimana Hukum Mengkhususkan Hari Jumat dengan Berpuasa?”

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِى وَلاَ تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الأَيَّامِ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ فِى صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ

Artinya : “Janganlah mengkhususkan malam Jumat dengan shalat tertentu dan janganlah mengkhususkan hari Jumat dengan berpuasa kecuali jika berpapasan dengan puasa yang mesti dikerjakan ketika itu.”

An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits ini menunjukkan dalil yang tegas dari pendapat mayoritas ulama Syafi’iyah dan yang sependapat dengan mereka mengenai dimakruhkannya mengerjakan puasa secara sendirian pada hari Jumat. Hal ini dikecualikan jika puasa tersebut adalah puasa yang berpapasan dengan kebiasaannya (seperti berpapasan dengan puasa Daud, puasa Arofah atau puasa sunnah lainnya), ia berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya, berpapasan dengan puasa nadzarnya seperti ia bernadzar meminta kesembuhan dari penyakitnya. Maka pengecualian puasa ini tidak mengapa jika bertepatan dengan hari Jumat dengan alasan hadits ini.”

Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda. 

لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ 

Artinya : “Janganlah kalian mengkhususkan puasa pada hari Jumat, kecuali jika berpuasa sehari sebelum atau setelahnya” 

Hikmah dalam larangan pengkhususan hari Jumat dengan puasa adalah bahwa hari Jumat merupakan hari raya dalam sepekan, dia adalah salah satu dari tiga hari raya yang disyariatkan, karena Islam memiliki tiga hari raya yakni Idul Fitri dari Ramadhan, Idul Adha dan hari raya mingguan yakni hari Jumat. Oleh sebab itu hari ini terlarang dari pengkhususan puasa, karena hari Jumat adalah hari yang sepatutnya seseorang lelaki mendahulukan shalat Jumat, menyibukkan diri berdoa, serta berdzikir, dia serupa dengan hari Arafah yang para jama’ah haji justru tidak diperintahkan berpuasa padanya, karena dia disibukkan dengan do’a dan dzikir, telah diketahui pula bahwa ketika saling berbenturan beberapa ibadah yang sebagiannya bisa ditunda maka lebih didahulukan ibadah yang tak bisa ditunda daripada ibadah yang masih bisa ditunda. 

Apabila ada orang yang berkata, “Sesungguhnya alasan ini, bahwa keadaan Jumat sebagai hari raya mingguan seharusnya menjadikan puasa pada hari itu menjadi haram sebagaimana dua hari raya lainnya (Fitri dan Adha) tidak hanya pengkhususannya saja”.

Kami katakan, “Dia (Jumat) berbeda dengan dua hari raya itu, sebab dia berulang di setiap bulan sebanyak empat kali, karena ini tiada larangan yang berderajat haram padanya, selanjutnya di sana ada sifat-sifat lain dari dua hari raya tersebut yang tidak didapatkan di hari Jumat”.

Adapun apabila dia berpuasa satu hari sebelumnya atau sehari sesudahnya maka puasanya ketika itu diketahui bahwa tidak dimaksudkan untuk mengkhususkan hari Jumat dengan puasa, karena dia berpuasa sehari sebelumnya yaitu Kamis atau sehari sesudahnya yaitu hari Sabtu.

Sedangkan ketika ada pertanyaan, “Apakah larangan ini khusus untuk puasa nafilah (sunah) atau juga puasa Qadha (pengganti hutang puasa)?

Sesungguhnya dhahir dalilnya umum, bahwa makruh hukumnya mengkhususkan puasa sama saja apakah untuk puasa wajib (qadla) atau puasa sunnah, kecuali kalau orang yang berhutang puasa itu sangat sibuk bekerja, tidak pernah longgar dari pekerjaannya sehingga dia bisa membayar hutang puasanya kecuali pada hari Jumat, ketika itu dia tidak lagi makruh baginya untuk mengkhususkan hari Jumat untuk berpuasa,  karena dia memerlukan hal itu.

Fathir Hambali menjelaskan lebih dalam mengenai, “Bagaimana Hukum Mengkhususkan Hari Jumat dengan Berpuasa” pada kajian Awadah Dakwah Festival 2020 melalui tayangan video berikut ini.

Bagaimana Hukum Mengkhususkan Hari Jumat dengan Berpuasa

Oleh KH. Fathir Hambali

Ikuti Awadah Dakwah Festival secara LIVE, pukul 16.00 WIB dan 21.00 WIB setiap hari selama bulan Ramadhan hanya di aplikasi Cakap, sebuah platform belajar bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan Indonesia.  

Jangan lupa untuk download aplikasi Cakap untuk dapat terus tonton video Awadah Dakwah Festival setiap hari selama bulan Ramadhan 1441 H. Cari tau di sini untuk jadwal lengkap  Awadah Dakwah Festival 2020.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google