Evolusi Kecantikan Wanita Tiongkok Sepanjang Zaman

Evolusi Kecantikan Wanita Tiongkok Sepanjang Zaman

Wanita di Tiongkok mulai melengkapi penampilan mereka dengan lipstik, cat kuku, dan parfum sejak 3.000 tahun yang lalu, mereka pun tidak pernah berhenti mengembangkan penggunaan kosmetik. Hingga saat ini, penggunaan bahan alami untuk kosmetik masih berkiblat pada budaya tradisional Tionghoa. Bahan-bahan seperti teh hijau, beras, dan goji berry merupakan bahan alami yang merupakan rahasia kecantikan wanita Tiongkok.

Bagi kamu yang sedang belajar bahasa Mandarin, rasanya kurang lengkap kalau tidak mempelajari kebudayaan dan sejarah Tiongkok. Kali ini, Cakap akan membahas evolusi kecantikan wanita Tionghoa dari era zaman kuno hingga modern.

Evolusi Kecantikan Wanita Tionghoa

Evolusi Kecantikan Wanita Tiongkok Sepanjang Zaman
sumber: tangdynastyglobalstudies.weebly.com

Wanita di Tiongkok telah memperhatikan penampilan fisik mereka sejak zaman kuno. Seperti biasa, melalui tren yang berkaitan dengan penampilan pribadi seseoorang yang datang dan pergi, hanya untuk satu generasi hingga bentuk baru datang dianggap lebih cocok oleh masyarakat lainnya.

Kosmetik telah digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia untuk menonjolkan fitur fisik mereka selama ribuan tahun. Di Tiongkok, praktik periasan wajah ini secara bertahap menyebar dari kelas penguasa ke populasi umum.

Menurut catatan sejarah, wanita di Tiongkok melengkapi penampilan mereka dengan lipstik, cat kuku, dan parfum, sejak dua atau tiga ribu tahun yang lalu. Selama masa kekaisaran, wanita kelas atas dan penghibur yiji (mirip dengan geisha di Jepang) adalah trendsetter utama.

Awalnya, makeup digunakan untuk menunjukkan status sosial seseorang dan untuk menarik lawan jenis. Dalam kegiatan hal menarik lawan jenis, seorang wanita yang ingin memberi tahu seorang pria tentang perasaan asmara, dapat mengirimi sang pujaan hati saputangan dengan sebuah pesan dan cap bibir.

Selain makeup, parfum juga sudah menjadi bagian dari budaya kecantikan Tionghoa sejak zaman dahulu. Parfum yang terbuat dari bunga lili, bunga teratai, krisan, dan bunga lainnya telah dipakai oleh wanita di Tiongkok selama berabad-abad. Mereka juga terbiasa menebarkan aroma menyenangkan di dalam rumah. Berbagai dupa dan lilin aromatik juga dibakar untuk memanjakan indera penciuman.

Di antara masyarakat kelas atas zaman dahulu memiliki kebiasaan untuk mengundang para tamu ke rumahnya untuk menikmati aroma lembut yang diberikan oleh lilin dupa yang paling langka. Pembakara dupa ditempatkan bahkan di kamar tidur untuk lebih merasakan efek menenangkan. Pakaian juga dipenuhi aroma mdupa, sehingga mereka yang mengenakannya akan memiliki wangi segar sepanjang hari.

Baca Juga

Produk Kecantikan Pertama

Evolusi Kecantikan Wanita Tiongkok Sepanjang Zaman
source: blogspot.com

Di Tiongkok, kebiasaan mewarnai kuku dapat ditelusuri hingga 3000 SM. Berbagai warna digunakan untuk menandakan status sosial tertentu. Sekitar 600 SM, kelas penguasa Dinasti Chou mengenakan cat kuku emas dan perak sebagai tanda status kerajaan. Kemudian, hitam dan merah disediakan khusus untuk royalti.

Bedak juga digunakan sejak dahulu di bagian timur Asia untuk mencerahkan warna kulit. Jenis bubuk pertama yang digunakan di Tiongkok berasal dari beras. Popularitas kulit berwarna lebih terang telah datang dan pergi secara bergelombang di Tiongkok. Pada 1960-an, era Revolusi Kebudayaan (1966-1976), wanita berusaha untuk menggelapkan kulit mereka di bawah sinar matahari sebanyak yang mereka bisa untuk menghilangkan “warna kapitalistik”.

Sedangkan untuk lipstik, pertama dibuat dari lilin lebah lebih dari 1.000 tahun yang lalu untuk melindungi kulit bibir yang halus. Selama Dinasti Tang (618-907), minyak wangi ditambahkan ke dalamnya agar membuat bibir semakin menggoda.

Perubahan Tren Kecantikan Tiongkok

Evolusi Kecantikan Wanita Tiongkok Sepanjang Zaman
sumber: china.org.cn

Alis dianggap sebagai bagian tubuh sensual di Tiongkok kuno. Selama berabad-abad, bentuk alis telah melalui perubahan radikal mulai dari garis tipis yang ditarik pada alis yang dicukur hingga versi yang lebih tebal dan lebat. Wanita juga akan menggunakan perhiasan dan hiasan rambut untuk meningkatkan kecantikan mereka.

Gaya rambut juga memainkan peran besar dalam membuat kesan yang diinginkan oleh wanita di Tiongkok. Pada awal abad ke-20, wanita yang lebih liberal dari masyarakat Tiongkok mengenakan poni yang lebih pendek daripada wanita dari kelas atas, sehingga menunjukkan alis mereka yang ekspresif dan berbentuk modis.

Pada 1930-an, dunia sinema menciptakan tren kecantikan baru yang ditentukan oleh mode pakaian Barat dan lipstik berwarna merah terang. Maskara juga mulai digunakan untuk menggelapkan bulu mata yang telah ditambahkan bulu mata palsu.

Eksperimen dan Eksplorasi

Evolusi Kecantikan Wanita Tiongkok Sepanjang Zaman
sumber: chinadaily.com.cn

Selama 1960-an dan Revolusi Kebudayaan (1966-1976), memakai riasan menjadi tidak sepenting sebelumnya. Tampilan hari itu sangat polos dengan rambut pendek, tanpa makeup, dan dilengkapi dengan seragam tentara.

Pada 1980-an, ledakan gaya busana berkontribusi pada pembentukan visi yang eksperimen dan eksplorasi. Pada dekade berikutnya, panggung ditetapkan bagi orang untuk memilih gaya mereka sendiri.

Saat ini, anak-anak muda di Tiongkok, mengekspresikan diri mereka secara bebas melalui pilihan pakaian, rambut, dan rias wajah mereka. Larangan yang melarang kontes kecantikan kini telah dihapus dan industri produk kecantikan bernilai miliaran dolar.

Evolusi ini akan selalu berkembang sepanjang zaman. Bagi sobat Cakap yang masih ingin memperdalam sejarah Tiongkok, bisa mulai berdiskusi dengan para laoshi di Cakap Live atau ketika kelas. Namun, bila kamu belum bergabung dan tertarik untuk menjadi bagian dari inovasi pembelajaran bahasa Mandarin, bisa bergabung di kursus bahasa Mandarin online Cakap dengan membeli paket belajar bahasa Mandarin.

Terkadang, belajar di negara sendiri memang masih kurang. Jika kamu merasa demikian, kamu bisa melamar beasiswa Beijing untuk belajar bahasa Mandarin dan kebudayaan Tionghoa langsung di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok.

Related Post

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google