Efektivitas Kartu Pra Kerja dalam Menekan Angka Pengangguran

Efektivitas Kartu Pra Kerja dalam Menekan Angka Pengangguran

Pemerintah resmi meluncurkan Program Kartu Prakerja sebagai bentuk implementasi janji kampanye Presiden Joko Widodo dalam upaya menekan angka pengangguran di Indonesia. 

Sebagai catatan, Pemerintah melakukan percepatan terhadap perilisan program ini demi mengantisipasi terjadinya lonjakan PHK di sektor industri, imbas wabah COVID-19. Diharapkan dengan adanya Kartu Pra Kerja dapat menstimulasi para pengangguran seperti yang terkena PHK dan fresh graduate untuk mendapatkan pembekalan atau peningkatan skill.

Walau memang pada awalnya pengadaan Program Kartu Prakerja cukup menuai kontroversi bahkan diolok-olok, karena masyarakat yang gagal paham memahami apa itu kartu prakerja. Banyak yang mengira bahwa program ini ditujukan untuk menggaji pengangguran padahal tidak demikian. 

Seperti yang telah disinggung tadi, Pemerintah melalui program ini berusaha untuk mengurangi laju angka pengangguran yang ada. Sejauh mana efektivitasnya? Jika dilihat dari beberapa aspek kita bisa mendapat gambaran kecil mengenai hal tersebut.

Seleksi Pemegang Kartu Prakerja

Kartu Pra Kerja hanya diperuntukkan bagi pengangguran berkriteria khusus. Dengan kata lain terdapat proses penyeleksian sebelum peserta benar-benar menerima kartu ini. Pun disaat pemegang Kartu Pra Kerja telah mendapatkan pekerjaan, Pemerintah akan menghentikan pemberian insentif, ujar Kepala Staf Presiden Moeldoko. 

Hal ini bertujuan agar pendistribusian Kartu Pra Kerja tidak salah sasaran. Dimana untuk tahun 2020 rencananya Pemerintah menargetkan 2 juta orang. Sehingga tentunya pemegang Kartu Pra Kerja bukanlah orang yang mengincar insentif semata, melainkan memang yang sedang membutuhkan biaya demi mengembangkan kompetensi kerja.

Output Pengadaan Kartu Prakerja

Melalui Kartu Pra Kerja, para peserta akan mendapatkan pelatihan vokasi berupa skilling, upskilling, dan reskilling guna mengembangkan kompetensi kerja masing-masing individu. 

Skilling membidik pengangguran kategori fresh graduate atau pencari kerja yang membutuhkan pembekalan skill sedangkan upskilling dan reskilling untuk para korban PHK yang ingin meningkatkan skill atau merambah skill baru. 

Mulai dari komputerisasi hingga kursus bahasa telah disediakan Pemerintah sebagai pilihan jenis pelatihan yang disarankan. Terlebih lagi bahasa Inggris, yang notabene merupakan bahasa Internasional. Dimana dalam dunia pekerjaan khususnya perkantoran, berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sudah menjadi kebiasaan tersendiri.

Dilihat dari tujuannya, jelas output dari program ini adalah untuk mempersiapkan angkatan kerja agar layak terjun ke lapangan. Tentu peningkatan SDM calon pekerja akan berkembang secara bertahap. Ditambah lagi pengembangan kompetensi kerja yang diberikan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Rawan Menciptakan Moral Hazard

Namun banyak pihak mengkhawatirkan perihal motivasi para angkatan kerja yang mungkin saja tidak sejalan dengan ekspektasi Pemerintah. Alih-alih mengembangkan kompetensi kerja, Pemerintah bisa kecolongan oleh para pemegang Kartu Pra Kerja yang hanya mengincar pemberian insentif.

Mengakibatkan output dari program ini tidak terlaksana dan pemegang kartu bebas menikmati uang insentif yang diberikan. Bukannya menekan pengangguran, malah merugikan keuangan negara. Untuk itu perlu adanya antisipasi dalam mencegah terjadinya hal tersebut.

Menerka Efektivitas Kartu Prakerja

Jika kita membahas soal efektivitas, melihat output-nya yang cukup jelas, harusnya Kartu Pra Kerja punya peran yang signifikan untuk menekan angka pengangguran. Tinggal bagaimana proses berkembangnya kompetensi kerja para peserta dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Dimana demand terhadap serapan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan akan naik sehingga menciptakan banyak lapangan kerja terbuka.

Sambil menunggu berjalannya Program Kartu Prakerja, pastikan salah satu soft skill penting yaitu kemampuan berbahasa asing, kamu kuasai secara perlahan. Apalagi bahasa Inggris, dalam dunia kerja sangat dibutuhkan. Yuk, asah kemampuan bahasa Inggrismu bersama Cakap!

Kartu Prakerja

Baca Juga :

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google