4 Cara Efektif Menghadapi Quarter Life Crisis

Fase Quarter Life Crisis

Sebuah fase atau periode dalam hidup ketika seseorang cemas berlebihan terhadap masa depan maupun hidupnya sekarang disebut dengan quarter life crisis (QLC) Biasanya terjadi di rentang umur 20 hingga 30 tahun. Mulai munculnya perasaan ragu tentang tujuan hidup dan gak puas terhadap pencapaian merupakan gejala QLC.

“Bakalan sukses gak ya?”, “Kok ga sesuai ekspektasi sih?” Terlalu sering berharap, tapi hasilnya gak sesuai keinginan. Jadinya terus mempertanyakan. Ujungnya malah mengeluh dan insecure. Rasa gugup berlebihan itu sama halnya seperti sedang public speaking guys.

Bedanya, anxiety yang dirasa ketika quarter life crisis itu mengarah ke kehidupan. Seseorang merasa bahwa sesuatu harus diubah, tapi belum tahu apa. Kamu salah satu orang yang lagi di fase itu gak? Jangan khawatir, wajar kok. Tapi jangan berlarut-larut ya nanti stres sendiri. Mending simak 4 tips handling quarter life crisis berikut.

Caught up in standards? Please no!

source: giphy.com

Jangan terpaku dengan standar atau stereotip apapun. Harus lebih open minded dong. Jangan berpikir bahwa semua hal itu punya standar seperti jumlah gaji, barang yang dipunya, bahkan sampai ke batas umur menikah. Dan biasanya, pikiranmu itu terkontrol oleh media sosial.

Banyak kan pasti yang posting soal kehidupan, pencapaian mereka. Alhasil kamu jadi sering membandingkan hidupmu dengan orang-orang tersebut. Jadinya apa? Insecure lagi. Gak baik kalau diterusin begitu. Lebih baik kamu bertahan dengan motto “no standards.” Jangan ikuti orang lain, ciptakan kesuksesan dengan caramu sendiri. Dijamin lebih bangga.

Run your priorities

source: giphy.com

Coba list keinginan dan kebutuhanmu. Perhatikan, apa yang kira-kira jadi nomor satu kebutuhanmu. Jadikan itu sebagai prioritas. Dengan melakukannya, kamu akan fokus untuk mengejar prioritas ketimbang memikirkan hal lain. Bangun motivasi dari situ guys. Jadi ketika kamu merasa kalau hidupmu itu gak ada tujuannya, prioritasmu yang jadi pondasi terkuat.

Relax, accept what you have

source: giphy.com

Salah satu kunci mengatasi QLC ya dengan sabar. Terima apa yang kamu miliki sekarang dan hasil pencapaianmu secara lapang. Jangan banyak mengeluh, nanti percuma. Kamu akan stuck di keadaan yang sama dan sulit berkembang. Jangan pedulikan orang lain, apalagi yang doktrin kamu lewat media sosial. Udah, stay being you. Kalau sabar dan terus berusaha, kamu pasti bisa. Jangan pesimis dulu pokoknya. Apa-apa itu ada prosesnya, gak ada yang serba instan.

Live in right now

source: giphy.com

Jangan mikir masa lalu atau masa depan terlalu sering. Usahakan fokus ke kehidupan yang sekarang dulu. Yang lainnya boleh direncanakan, tapi harus terima konsekuensinya ya. Kalau misal belum tercapai, ya jangan nyalahin hidup dan usahamu. Toh, kamu telah berusaha, kesuksesan itu bisa dicapai kok tenang aja. Kamu itu berpotensi. Pasti bisa. Yang penting jangan mudah menyerah. You have your goals, keep running for them. Jangan apa-apa disangkut-pautkan dengan datangnya QLC.

Ayo semangat. Cobain keempat tips di atas ketika kamu sedang dilanda quarter life crisis. Intinya cuma satu; percaya pada dirimu sendiri. Udah, kalau kamu tanamkan kalimat itu, masalah apapun bisa dilewati kok.

Ada banyak tips-tips seputar kehidupan, pekerjaan, bahkan belajar bahasa asing lho di Cakap. Salah satunya yaitu tips interview online yang bakal membantu kamu banget nih sebelum melamar pekerjaan. Baca selengkapnya di blog Cakap ya.

Baca juga:
Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google