Capai Kesuksesan dengan “Mamba Mentality” Kobe Bryant

Kepergian bintang NBA Kobe Bryant dan putrinya Gianna “Gigi” Bryant dalam kecelakaan helicopter memang begitu mengejutkan dunia. Banyak penggemarnya yang berduka menyampaikan rasa terima kasih dan membagikan inspirasi-inspirasi yang didapat dari sang pebasket legenda.

Bukan hanya seorang pemain basket yang sangat berbakat, Kobe juga merupakan seorang motivator. Kisah perjuangan dan kerja kerasnya telah menyentuh dan menginspirasi jutaan orang. Etos kerjanya ini kemudian dikenal dengan istilah “Mamba Mentality” yang diperkenalkan pertama kali pada 2003 dan dijadikan buku pada tahun 2018.

Julukan “The Black Mamba” sendiri merupakan julukan yang Kobe berikan untuk dirinya sendiri. Nama “Black Mamba” diambil dari karakter pembunuh yang agresif dan lincah dalam film arahan Quentin Tarantino “Kill Bill”.

Baik kamu penggemar olahraga basket atau tidak, penggemar Kobe Bryant atau tidak, etos kerja “Mamba Mentality” Kobe Bryant ini bisa kamu tiru jika kamu juga ingin mencapai kesuksesan dalam apapun itu.

Tapi “Mamba Mentality” itu sebenarnya apa sih? Berikut 5 pilar pola pikir untuk menerapkan pendekatan “Mamba Mentality” ala Kobe Bryant.

Passion

Passion source: giphy.com

Kobe sangat vokal mengenai kecintaannya terhadap olahraga basket. Sejak usia 3 tahun, Kobe sudah cinta dengan olahraga ini. Kecintaan inilah passion tersebut datang.

Kobe mengatakan, ia suka segala sesuatu tentang basket. Bau bolanya, bau sepatu baru, suara ketika bola saat menyentuh tanah, semuanya. Menurutnya, passion datang ketika kamu menemukan sesuatu yang begitu kamu sukai sampai kamu ingin menjadi bagian dari hal tersebut, apapun itu.

Lalu bagaimana jika kamu belum menemukan passion-mu? Cobalah berbagai hal sebanyak mungkin. Cari dan coba sampai kamu menemukan satu yang membuatmu memiliki koneksi dengan hal tersebut.

Begitu menemukannya, kamu tidak perlu memaksa dirimu untuk melakukannya karena kamu akan melakukannya dengan sendirinya. Kamu akan menganggap hal tersebut menyenangkan dan akan lebih suka melakukan hal itu dari apapun. Passion akan secara otomatis menarikmu layaknya gravitasi.

Obsesi

Obsesi source: giphy.com

Tiap jam 4 pagi, Kobe sudah bangun untuk berlatih. Ia selalu berusaha untuk bangun 2 jam lebih awal dari orang-orang pada umumnya untuk berlatih. Dengan demikian, ia memiliki lebih banyak waktu untuk latihan dibanding yang lain.

Ia pernah mengatakan, “Jika kamu ingin menjadi hebat dalam suatu area, kamu harus terobsesi dengan hal tersebut. Banyak orang bilang mereka ingin jadi hebat, tapi tidak rela melakukan pengorbanan untuk mencapai kehebatan tersebut.”

Obsesi yang dimaksud di sini bukanlah obsesi dalam artian yang negatif. Obsesi di sini maksudnya adalah menyadari apa yang penting bagimu. Kobe mengaku, ia tidak bisa merasa puas dengan dirinya jika ia merasa tidak melakukan apapun yang bisa membuatnya menjadi versi terbaik dirinya.

Obsesi yang dimaksud Kobe adalah memiliki perhatian terhadap detail dalam tindakan apapun yang kamu lakukan pada saat kamu melakukannya. Jika kamu bisa punya fokus seperti ini, kamu akan bisa mencapai versi terbaikmu.

Kegigihan

Kegigihan source: giphy.com

Kegigihan Kobe sebagai pemain basket bisa dilihat dari cara bermainnya saat di lapangan. Ia terus gigih menyerang dan memberi semangat pada timnya walaupun sedang di posisi yang kurang baik.

Saat kecil, Kobe sempat tinggal di Italia sebelum kemudian kembali lagi ke Amerika Serikat. Saat kembali dari Italia pada usia 11 tahun, ada satu masa dimana ia tidak bisa mencetak skor sama sekali dan ini membuatnya malu dan kecewa. Tapi ia tidak menyerah dan terus berlatih. Dari sinilah Kobe belajar tentang kegigihan dan berjanji pada dirinya untuk jadi lebih baik.

Memiliki kegigihan berarti pantang menyerah. Terus mengejar hal yang ingin kamu capai. Jika ada tantangan, jadikan tantangan sebagai metode untuk melihat sejauh mana kamu melangkah. Anggap hal tersebut sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuanmu. Apapun momennya, baik ataupun buruk, gunakan momen itu sebagai bahan bakar untuk mendorongmu menjadi lebih baik.

“Jadi jika saya tidak cukup baik hari ini, tidak apa-apa. Tapi saya akan jadi cukup baik di waktu selanjutnya kamu bertemu saya”.

Tidak mudah putus asa

Tidak mudah putus asa source: giphy.com

Pada saat bermain lawan Phoenix di tahun 2013, Kobe sempat mengalami cedera tendon Achilles. Cedera ini merupakan salah satu cedera yang parah bagi seorang atlet.

Mengetahui seberap parah cederanya, Kobe sempat putus asa. Menangis, marah, mengasihani diri sendiri. Namun kemudian ia bangkit. Ia berkata pada dirinya sendiri, “Apa yang akan saya lakukan? Saya tidak bisa duduk diam dan menyerah. Itu bukan pilihan.”

Belajar dari titik terendahnya, Kobe menganjurkan agar kita lebih memperhatikan proses. Apa yang bisa kita lakukan? Apa yang bisa kita kontrol? Bagi tujuan akhirmu ke dalam beberapa tujuan jangka pendek. Jadi, kamu melihat setiap tantangan sebagai satu langkah maju. Tanpa sadar, langkah berikutnya yang kamu ambil akan membawamu ke puncak tujuan tersebut. Begitulah cara untuk bangkit dari kegagalan.

Tak kenal rasa takut

Tak kenal rasa takut source: giphy.com

Ketakutan terbesar yang kita hadapi adalah diri kita sendiri. Bukan faktor dari luar ataupun hal-hal superfisial, tetapi diri kita sendiri. Kita semua punya mimpi dan terkadang sangat menakutkan untuk menerima mimpi itu. Lebih menakutkan lagi untuk mengatakan bahwa kita ingin mencapainya.

Mengapa menakutkan? Karena kita takut kalau kita sudah mencurahkan seluruh tenaga dan jiwa kita ke dalam mimpi tersebut dan gagal, bagaimana kita harus menghadapi diri sendiri?

Semua orang tentu punya rasa takut. Tidak ada satu orang pun yang di dunia yang sama sekali tidak punya rasa takut. Tidak apa punya rasa takut, tapi jangan biarkan rasa takut itu menghalangimu untuk mengambil pelaung.

Tak kenal rasa takut berarti berani punya mimpi dan berupaya untuk mencapainya. Bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri. Filosofi inilah yang selalu ada di pikiran Kobe.

Kunci awalnya adalah kesadaran akan tiap momen yang terjadi dalam hidupmu. Sadari tiap rasa takut, tantangan, dan rintangan. Dari sana, kamu jadi bisa menavigasikan cara-cara untuk menghadapinya.

Itu dia 5 pilar filosofi “Mamba Mentality” yang diterapkan oleh Kobe Bryant dalam hidupnya. Itulah juga alasannya mengapa ia bisa menjadi salah satu pemain basket terhebat. Jadi mimpi apa yang ingin kamu capai? Jangan lupa menerapkan “Mamba Mentality” ini ya.

Salah satu mimpimu lancar bahasa Inggris? Yuk segera mulai belajar di Cakap! Bisa belajar dari mana aja dan kapan aja. Semangat mengejar kesuksesan!

Baca Juga:

Instagram
Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google