Cap Cai: Hidangan Lezat yang Penuh Misteri

Cap Cai: Hidangan Lezat yang Penuh Misteri

Kuliner populer dunia memang penuh misteri, perpaduan kebudayaan tersaji dalam satu hidangan. Berawal dari jalur perdagangan, terciptalah sebuah kebudayaan baru berupa makanan. Bagi kamu yang sedang belajar bahasa Mandarin, alangkah baiknya bila kamu juga mempelajari kebudayaannya. Baik kebudayaan di Tiongkok daratan hingga Tionghoa-Indonesia.

Etnis Tionghoa memiliki beragam kuliner lezat yang pastinya sangat lezat. Tidak jarang kita menemukan hidangan Tionghoa di restoran.  Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa jenis gaya masakan Tionghoa, misalnya:

  • Masakan Tionghoa Tradisional (masakan Hakka, Hokkian, Tiochiu)
  • Masakan Tionghoa Gaya Baru (koki biasanya berasal dari Tiongkok. Hong Kong, atau Taiwan)
  • Masakan Tionghoa-Indonesia (memiliki pengaruh barat)
  • Masakan Tionghoa Adaptasi (diadaptasi ke budaya setempat)

Contoh dari hidangan Tionghoa yang terkenal adalah Bakmi, Tahu Goreng, Ifu Mie, Bakkut The, Nasi Goreng, Mie Goreng, Char Kway Teow, Pangsit, Lomie, dan Cap cai. Kali ini Cakap tidak akan membahas semua masakan Tionghoa-Indonesia tapi Cakap hanya akan membahasa tentang Cap cai. Berikut ulasannya,

Sejarah Cap Cai

Cap Cai: Hidangan Lezat yang Penuh Misteri
sumber: giphy

Cap cai dalam dialek Hokkian, secara harafiah berarti “aneka sayur mayur”, sebuah hidangan khas Tionghoa yang popular karena dibuat dari beragam sayuran yang dimasak. Dalam dialek Hokkian, Cap cai berarti “sepuluh sayur” namun bukan berarti seprosi cap cai harus berisi sepuluh macam sayuran.

Beberapa jenis sayur mayur yang kerap digunakan sebagai isian cap cai adalah jagung muda, sawi putih dan hijau, wortel, jamur kuping, kol, jamur merang, bunga kol, namun kadang juga dimasukan unsur hewani seperti daging sapi, ayam, udang. Cumi-cumi, atau daging babi.

Di Amerika Serikat, cap cai disebut dengan Chop Suey. Banyak yang percaya bahwa chop suey dicipakan di Amerika oleh imigran dari Tiongkok. Namun ternyata seorang antropolog bernama E. N. Anderson mengungkapkan bahwa jika ditelusuri, hidangan ini sangat umum di Toisan, Guangdong, Repunlik Rakyat Tiongkok.

Cap Cai: Hidangan Lezat yang Penuh Misteri
sumber: giphy

Seorang dokter asal Hong Kong, Li Shu-fan pun mengatakan bahwa ia sudah mengetahui makanan ini di Toisan pada tahun 1890-an. Dalam sejarah panjangnya, bahkan ada yang mengatakan bahwa makanan ini pertama dibuat ketika Li Hongzhang, seorang pejabat Dinasti Qing, berkunjung ke Amerika Serikat pada tahun 1896. Ia membawa seorang juru masak dan meminta untuk dimasakan hidangan yang dapat dinikmati oleh lidah orang Tionghoa dan Amerika.

Kisah lain menyebutkan bahwa Li Hongzhang mengunjungi sebuah dapur hotel di Amerika Serikat. Ia mengunjungi hotel tersebut setelah hotel tutup. Di sana, sang koki merasamalu karena merasa tidak bisa menghidangkan apapun karena yang tersedia hanyalah sisa-sisa makanan dan akhirnya ia membuat hidangan baru dengan sisa makanan tersebut.

Cerita lain mengenai asal usul chop suey adalah pada tahun 1860-an seorang koki di restoran khas Tiongkok di San Francisco, Amerika Serikat, terpaksa menyajikan sesuatu untuk para penambang yang mabuk ketikaia tidak memiliki makanan segar. Guna menghindari baku hantam di dalam restoran, ia memasak apapun yang ada dan ternyata para penambang menyukainya. Ketika ditanya nama hidangannya, sang koki menjawab “chop suey”. Tentu kisah ini tidak memiliki bukti yang valid.

Dari sekian banyak versi sejarah asal-usul cap cai atau chop suey, hampir tidak ada yang menemukan kapan, di mana, dan siapa yang pertama menciptakan hidangan lezat ini. Namun, hampir semua sepakat bahwa ini merupakan salah satu hidangan Tionghoa yang terlezat dan mendunia. Di Indonesia sendiri, makanan ini datang bersama para imigran dari Tiongkok berabad silam.

Cap Cai: Hidangan Lezat yang Penuh Misteri
sumber: giphy

Popularitas makanan ini pun sangatlah luas, bahkan sampai ada grup musik yang menciptakan lagu berjudul “Chop Suey”. Salah satu hidangan lezat nan sehat ini terkenal di berbagai negara di dunia dan ini merupakan sebuah bukti perjalanan sejarah kuliner Tionghoa.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google