Cakap Mempercakap Pelaku Wisata di 5 Destinasi Wisata

cakap untuk bangsa

Saat ini Indonesia sedang dalam tahap mengembangkan destinasi wisata. Masih banyak pr yang perlu dikerjakan oleh pemerintah Indonesia salah satunya adalah kemampuan berbahasa asing para pelaku wisata.

Masih banyak pelaku wisata yang belum fasih berbahasa asing atau setidaknya memiliki skill bahasa Inggris. Padahal, dilansir dari katadata, terjadi peningkatan turis asing sebesar 14% dari tahun 2010-2019. 

Kemampuan berbahasa asing para pelaku wisata perlu ditingkatkan agar jumlah turis asing terus meningkat. Cakap, aplikasi belajar interaktif pertama di Indonesia, menyadari akan hal itu dan berkontribusi melalui program #CakapUntukBangsa.

#CakapUntukBangsa Bekerjasama dengan BAKTI Kominfo

cakap untuk bangsa

Bersama BAKTI Kominfo, Cakap mengadakan kegiatan bertajuk ‘Piloting Solusi Teknologi untuk Pendidikan melalui Pelaksanaan Pelatihan dan Pendampingan Bahasa Asing melalui Platform Digital’ di 5 Destinasi Wisata’.

“Ada 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) yang diserahkan Kominfo kepada Cakap, yaitu Lombok Tengah, Rote Ndao, Toba Samosir, Manggarai Barat, dan Minahasa Utara.” ucap Tika Novika Rouli Tobing, Business Development Associate Cakap.

Tika juga menjelaskan ada beragam pelaku wisata yang bergabung dalam kegiatan ini, “Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan dilakukan kepada komunitas penggerak pariwisata,  pelaku pariwisata seperti pemandu wisata, pengelola homestay, kelompok sadar wisata (pokdarwis),  dan pengelola Desa Wisata”

Minahasa Utara Memilih Belajar Bahasa Mandarin

cakap untuk bangsa

Dari 5 DSP, hanya Minahasa Utara saja yang memilih untuk belajar bahasa Mandarin, selebihnya memilih bahasa Inggris. Bukan tanpa alasan, warga Minahasa Utara menilai turis yang datang kebanyakan dari Tiongkok.

“Empat destinasi memilih untuk belajar bahasa Inggris dan hanya ada satu destinasi, Minahasa Utara, yang memilih bahasa Mandarin karena mereka merasa lebih banyak turis dari Tiongkok” jelas Tika.

Berbeda dengan Project YCAB di Rumah Bangli

cakap untuk bangsa

Program #CakapUntukBangsa juga memiliki kegiatan bersama rumah belajar YCAB. Namun, kegiatan yang berkolaborasi dengan BAKTI Kominfo  ini berbeda dengan kegiatan yang dilakukan bersama YCAB.

Mengutip pertanyaan Tika, “Project bersama YCAB masih berjalan tapi berbeda dengan kegiatan di 5 DSP ini. YCAB targetnya adalah anak-anak yang belajar di Rumah Belajar Bangli dan topiknya juga general english.” 

Meninggalkan Kesan Baik pada Peserta Pelatihan

cakap untuk bangsa

#CakapUntukBangsa memberikan kesan positif bagi peserta pelatihan. Para peserta merasa terbantu karena telah diberikan fasilitas untuk belajar bahasa Inggris.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAKTI Kominfo dan Cakap yang telah melaksanakan program pelatihan skill Bahasa Inggris, di mana skill bahasa Inggris sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Lombok Tengah” jelas salah satu Peserta Pendampingan dan Pelatihan di Kabupaten Lombok Tengah.

Baca Juga:

Bagikan Artikel Ini

Related Posts

Aplikasi Daring Pertama Belajar Bahasa Dengan Interaksi Dua Arah

#MakinCakap Sekarang!

Download Cakap on Google Play
Download Cakap on The App Store

Kategori

Top Picks