Cakap Turut Meramaikan HAI Fest 2020

Pada Kamis (2/7) Cakap diundang untuk menghadiri Telkom HAI Fest 2020. Acara yang berlangsung sejak 30 Juni-2 Juli 2020 ini mengangkat berbagai topik seperti digital transformation, digital business, dan talent development. Telkom HAI Fest 2020 diadakan secara virtual dengan bentuk webinar, virtual expo, online workshop, dan online networking. Cakap berkesempatan untuk berbicara mengenai perubahan peran edutech di tengah pandemi.

cakap haifest

CEO Cakap, Tommy Yunus, menceritakan langkah yang Cakap ambil selama pandemi COVID-19 berlangsung. Saat ini, Cakap telah bekerja sama dengan Trans Vision, Indihome, dan Lingua Channel sehingga materi pembelajaran Cakap bisa dinikmati oleh anak-anak di rumah tanpa harus khawatir akan kuota yang habis.

Selain itu, Cakap juga bekerja sama dengan Kemenparekraf dan PHRI dalam memberikan program “Cakap Prakerja” agar para pekerja di bidang hospitality yang dirumahkan bisa menambah kemampuan mereka dalam berbahasa asing. 

Inovasi lain yang dilakukan oleh Cakap untuk terus memberikan manfaat ke masyarakat di kala pandemi adalah mendukung kegiatan belajar di rumah dengan memberikan 10 voucher English Class kepada 10 Rumah Aman. Selain itu, Cakap juga bekerja sama dengan “Awadah Dakwah” dalam menyediakan konten dakwah selama Ramadhan 2020 sehingga masyarakat tetap bisa beribadah secara daring.

Menanggapi pertanyaan mengenai penyesuaian biaya edutech selama pandemi, Tommy Yunus dengan mantap menjawab bahwa Cakap telah melakukan adaptasi. Pada Januari 2020, Cakap merilis Cakap Club yang membuat satu kelas dengan satu guru pengajar dapat diisi oleh banyak murid sehingga menurunkan harganya. “Kalau mau kelas bersertifikasi, bakal ada biaya. Tapi kualitasnya tinggi dengan harga yang terjangkau,” ucapnya.

Agar edutech tetap efektif dalam menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia, dibutuhkan adanya kolaborasi antara pemerintah, startup, dan guru. Ditambah, permintaan pelajar Indonesia akan belajar daring semakin meningkat. Hal ini juga harus didukung dengan negara yang bantu menyediakan infrastruktur pendidikan yang dibutuhkan seperti koneksi internet. Startup edutech sendiri berperan dalam menyediakan konsep pengajaran yang semua akan beralih ke digital.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google