Buat Kaum Milenial, Pernah Ngerasa Gini Juga?

Milenial

Tahu nggak? Sekarang karyawan generasi milenial mulai dapat sorotan khusus di bidang industri dan organisasi lho. Kenapa, ya?

Total pekerja saat ini paling banyak terdapat pada generasi X dengan jumlah 59 juta pekerja. Namun, generasi milenial yang lahir tahun 1980-1999 sudah banyak berkecimpung di dunia kerja dan mulai menggeser posisi generasi X.

Dari 48 juta pekerja milenial, 53 persen atau 25 juta di antaranya berstatus pekerja tetap. Sementara generasi Z menyumbang 7 juta pekerja tetap dari 12 juta total pekerja atau sekitar 57 persen. Mind blowing nggak tuh?

Berdasarkan data statistik, penduduk milenial Indonesia mencapai 33,75% atau sekitar 89 juta jiwa. 

Untuk itu, yuk cari tahu karakteristik pekerja milenial!

Engagement yang Utama

source: giphy.com

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Aon Hewitt, engagement dari karyawan kelompok milenial lebih rendah dibandingkan kelompok dari generasi yang lainnya karena hal-hal tertentu (Kicheva, 2017). 

Hasil riset secara global oleh Gallup, Inc (2016) menyebutkan bahwa hanya 29% generasi milenial yang engaged, yakni mereka secara emosi dan perilaku terkait dengan pekerjaan dan perusahaan, 16% berada pada kondisi actively disengaged, yakni kurang lebih melakukan kerusakan pada perusahaan, dan 55% berada pada kondisi disengaged

Sejalan dengan fakta tersebut, hasil riset Dale Carnegie Indonesia yang dirilis pada Oktober 2017 juga menyebutkan bahwa hanya 25% karyawan milenial yang terlibat sepenuhnya dengan perusahaan tempat mereka bekerja. Sisanya, sebanyak 66% terlibat sebagian dan 9% menolak terlibat (Pertiwi, 2018).

Generasi milenial membutuhkan stimulasi dan peluang untuk mengembangkan keterampilan. Makanya, kalau nggak terpenuhi, mereka akan keluar dan melamar ke perusahaan lain.

Butuh Mentor

source: giphy.com

Generasi milenial cenderung memiliki karakter seperti cerdas, kreatif, produktif, berorientasi pada pencapaian prestasi (achievement oriented), dan mencari pengembangan personal. 

Karenanya, mereka cenderung mencari mentor atau supervisor untuk mendorong dan memfasilitasi pengembangan profesionalitas. Perkembangan yang dicari nggak terbatas pada hard skill, namun juga soft skill seperti problem solving.

Nggak kalah penting, teamwork yang mendukung perkembangan generasi milenial juga dibutuhkan lho. 

Hannus menyatakan bahwa, generasi milenial akan merasa termotivasi dalam bekerja apabila mereka mendapatkan feedback dan perhatian secara personal, adanya mentoring dan empowerment terhadap diri mereka, komunikasi yang transparan dan terbuka dengan atasan, goal setting dan visi yang jelas, adanya apresiasi terhadap kesejahteraan dan work-life balance, serta adanya motivasi ekstrinsik yang mendorong mereka untuk semakin termotivasi dalam bekerja.

Gaji Selalu Habis

source: giphy.com

Hampir dua pertiga milenial mengaku mereka hidup dari gaji ke gaji. Tak hanya itu, hanya 38 persen milenial yang merasa mereka telah stabil secara finansial.

Survei bertajuk 2019 Modern Wealth tersebut dilakukan terhadap sekira 380 orang milenial berusia 23-38 tahun. Dalam survei tersebut, milenial mengaku menghabiskan rata-rata 478 dollar AS per bulan atau setara sekira Rp 6,9 juta untuk hal-hal yang sebenarnya tak perlu, seperti makan di luar, hiburan, barang-barang mewah, dan liburan.

Menurut Chief Operations Officer (COO) IDN Media, William Utomo, 51,1 persen dari gaji milenial digunakan untuk biaya hidup. Sementara porsi untuk menabung hanya 10,7 persen dari gaji.

Setelah dipahami, gimana nih guys? Kamu merasakan semua tantangan tersebut atau hanya salah satunya nih? Memang, sebagai generasi milenial justru makin banyak mendapat tantangan, khususnya di dunia kerja. 

Skill Masih Merasa Kurang? Gabung Upskill Aja,

Pasti Punya Skill Baru

Semangat terus, jangan pantang mundur. Terus asah skill yang sekiranya penting di dunia kerja, seperti public speaking, negosiasi, dan critical thinking. Yuk, mulai rajin bangun pagi dan melakukan hal produktif untuk menjaga mood yang bagus selama bekerja. Good luck!

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google