Rawat Bumi Kita Tercinta, Buanglah Sampah pada Tempatnya!

buang sampah pada tempatnya

Salah satu hal yang masih sulit dibudayakan yaitu buang sampah pada tempatnya. Masih banyak orang yang gak peduli terhadap dampak dari membuang sampah sembarangan. Padahal, makin menumpuknya sampah, makin berdampak negatif bagi lingkungan.

Apalagi anak-anak, suka susah dibilanginnya ya? Biasanya, itu karena mereka sering melihat kebiasaan orang lain melempar sampah tanpa tahu akibatnya. Maka dari itu, inilah saatnya Anda beraksi untuk mencegahnya.

Mumpung masih usia dini, mengajari mereka cara buang sampah yang benar itu bagus banget. Seterusnya pasti jadi kebiasaan positif yang bisa mereka tularkan ke sekitarnya. Pertama-tama, mulailah dari…

Telling the difference: sampah kering dan basah

source: giphy.com

Sampah kering (non organik) merupakan jenis sampah yang gak bisa terurai. Mereka mudah membahayakan lingkungan jika terus didiamkan. Misalnya, botol minuman, kardus, atau benda berbahan dasar plastik. Sedangkan, sampah basah (organik) dapat digunakan kembali untuk kebutuhan baru. Contoh sampahnya seperti sisa makanan atau minuman, sisa bahan memasak, atau kulit buah.

Sampah organik dapat dijadikan pupuk serta bahan makanan hewan ternak. Lain halnya dengan sampah non organik yang hanya bisa didaur ulang menjadi kerajinan tangan atau barang siap pakai (reusable). Contohnya kardus bekas untuk tempat menyimpan sesuatu di rumah.

Nah, beritahu anak tentang perbedaan tersebut ya, termasuk alasan memisahkan kedua jenis sampah. Jangan lupa siapkan tempat sampah dengan warna yang berbeda di rumah supaya mereka terbiasa membedakannya.

Internet = knowledge

source: giphy.com

Jangan salah, internet juga ada gunanya. Ketika ada waktu senggang bersama anak, coba deh kasih lihat ke mereka tentang video penumpukan sampah, dampak negatifnya, serta contoh daur ulang sampah. Banyak kan video atau berita tentang banjir, pencemaran, atau ancaman terhadap kehidupan spesies laut.

Hal itu berguna untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap alam. Rasa ngeri akan adanya bahaya-bahaya tersebut pasti bikin anak jadi tergerak kok. Ditambah kalau udah tahu hasil daur ulang sampah, makin paham dong pastinya soal gunanya sampah untuk lingkungan.

Learn to wait

source: giphy.com

Sering nih, lihat plastik bekas jajanan anak sd main asal dibuang. Cara mengatasinya dengan memberi imbauan pada anak untuk belajar menunggu. Setelah jajan, alangkah baik jika sampahnya disimpan dulu di tas atau kantung sampai ketemu tempat sampah. Jangan karena sulit mencari tempat sampah, jadinya dibuang gitu aja. Kedengarannya sepele, tapi penting untuk dibiasakan lho.

Baca juga:

Create new experiences

source: giphy.com

Asyik ya, lihat anak ketemu temen-temen baru? Ciptakan pengalaman seru anak yuk dengan ikutan jadi volunteer alias relawan lingkungan! Selain komunikasi dengan orang baru, belajar membuang sampah pada tempatnya juga makin mudah.

Biasanya malas kalau sendiri, tapi beda halnya kalau ngelakuin hal positif itu bareng-bareng. Menjadi relawan di suatu acara peduli lingkungan juga mampu mengedukasi si kecil tentang sampah. Mulai dari pengelolaannya hingga dampak negatif dan positif.

Do it together!

source: giphy.com

Sebagai orang tua, berpartisipasi terhadap kegiatan anak itu wajib. Jangan sampai Anda kelupaan untuk buang sampah pada tempatnya, terus anak malah menirunya. Untuk membiasakan anak melakukan hal ini, perlu dibarengi dengan peran Anda nih. Berilah contoh yang baik ya supaya mereka ikutan juga.

Ayo sama-sama jaga lingkungan dengan anak Anda, parents! Kalau kata orang, “Siapa lagi kalau bukan kita yang merawat bumi ini?” Percaya deh, buang sampah pada tempatnya can save millions of lives and improve children’s abilities to do positive things.

Selain perilaku buang sampah, cara mengembangkan bakat anak juga bisa melalui penguasaan bahasa asing, terutama Inggris. Buat anak jadi juara dengan gabung Cakap! Udah pakai kurikulum Cambridge yang internasional, waktu belajarnya fleksibel pula. Buruan daftarin!

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google