Mengenal Baby Blues Syndrome, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

baby blues

Menjadi seorang ibu berarti memasuki tahap kehidupan yang baru. Dari yang awalnya berdua saja bersama suami, tiba-tiba ada bayi kecil yang menjadikan jumlah mereka jadi ganjil. Momen tersebut adalah momen yang sangat membahagiakan. Namun, tak jarang para ibu mengalami baby blues syndrome pasca melahirkan.

Mungkin tanpa disadari, 70-80% ibu yang melahirkan anak pertama mengalami baby blues syndrome. Maka dari itu, penting sekali bagi para calon ibu atau yang sudah menjadi ibu harus mengenal apa itu baby blues syndrome, penyebab, dan cara mengatasi baby blue syndrome. So, stay tuned and read this article carefully ya, Moms!

Apa Itu Baby Blues Syndrome?

baby blues
Photo from Freepik

Baby blues, sekilas saat membaca kedua kata tersebut, pasti parents langsung berpikir bahwa baby blues pasti berkaitan dengan “bayi” atau “kelahiran”. Hal tersebut tidak salah, namun ada pengertian lebih rinci dan detail mengenai baby blues itu sendiri. Baby blues syndrome merupakan sindrom yang menyebabkan perubahan suasana hati pada ibu, biasanya ibu yang mengalami syndrome baby blues akan merasa terharu, bahagia, mudah marah, dan cemas. Mereka cenderung lebih sensitif dan mencemaskan banyak hal, seperti kecemasan berlebih tentang kesehatan bayi dan masalah ibu menyusui.

So, jika para Moms merasakan adanya perubahan mood yang datang tiba-tiba, sensitif, mudah tersinggung, dan  mengalami depresi ringan sesaat pasca lahiran, maka berarti Moms sedang mengalami syndrome baby blues.

Penyebab dan Cara Mengatasi Baby Blues

baby blues
Photo from Unsplash

Pasca ibu melahirkan, ada banyak penyesuaian-penyesuaian dalam tubuh, termasuk perubahan pada hormon-hormon. Hal tersebut biasanya terjadi pada minggu-minggu awal setelah ibu melahirkan.

Perubahan yang serba cepat dan terjadi dalam kurun waktu tersebut membuat para ibu mengalami perubahan emosi bahkan beberapa hal secara keseharian, seperti rutinitas sehari-hari, jam tidur, dan perubahan pola makan. Hal tersebut dapat terjadi karena para ibu merasa bahwa ada tekanan dan tanggung jawab lebih yang harus dilakukan. 

Beberapa hal yang dipaparkan di atas, secara tidak sadar dapat menjadi pemicu adanya syndrome baby blue. Nah, setelah para Moms tahu penyebabnya, lantas Moms juga harus tahu cara mengatasinya. Beberapa cara mudah yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Mencari support system, baik dari pasangan maupun anggota keluarga lain.
  • Rutin mengkonsumsi makanan-makanan sehat, seperti buah, sayuran, dan makanan-makanan sehat yang mengandung cukup vitamin.
  • Refreshing atau sekedar berjalan santai di sekitar komplek rumah.
  • Rutin stretching dan olahraga ringan.
  • Istirahat dan tidur cukup.
  • Konsultasikan pada ahli jika syndrome baby blues yang Moms alami semakin tak terkontrol.

Baby Blues VS Depresi Pasca Melahirkan

baby blues
Photo from Freepik

Meskipun sekilas terlihat memiliki kesamaan, tetapi ada perbedaan penting yang memisah keduanya lho, Moms. Yuk, cari tahu apa perbedaan baby blues syndrome dengan depresi pasca melahirkan!

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, bahwa umumnya syndrome baby blues merupakan rasa khawatir dan gelisah yang memicu adanya perubahan suasana hati dan pola makan. Syndrome baby blues biasanya muncul di minggu-minggu awal atau 2-3 hari pasca melahirkan. Namun, ada yang perlu Moms ketahui nih, biasanya syndrome baby blues ini hanya berlangsung 2 sampai 3 minggu setelahnya.

Sedangkan depresi pasca melahirkan, melupakan hal yang biasanya bermula dari anggapan bahwa ibu hanya mengalami syndrome baby blues. Padahal perlu diketahui bahwa apabila syndrome baby blues tak kunjung membaik setelah 2 minggu, perlu diwaspadai karena ada kemungkinan Moms mengalami depresi pasca melahirkan.

Kasus depresi pasca melahirkan tentu merupakan level kecemasan/kekhawatiran yang berada di atas syndrome baby blues. Bahkan untuk kasus yang lebih serius, Moms biasanya merasa bahwa dirinya tidak berharga dan tidak memiliki ikatan batin dengan anak. Jika kasus depresi pasca melahirkan berada pada level yang berat, ibu dapat mengalami halusinasi atau bahkan delusi. So, apabila Moms merasakan hal tersebut sebaiknya langsung berkonsultasi dengan psikolog agar dapat menghindari terjadinya psikosis postpartum dan mendapatkan solusi bagaimana cara mengurangi stress pasca lahiran.

Itu dia penjelasan mengenai baby blues syndrome, penyebab, dan cara mengatasinya. Bagi para calon orang tua yang baru akan memiliki anak atau para orang tua yang sudah berpengalaman mengasuh anak, rasanya memiliki basic dalam ilmu parenting sangatlah penting. Nah, jika Moms and Dads sedang mencari komunitas parenting, Parents Lyfe Club adalah pilihan yang tepat. Di sana Moms and Dads bisa belajar banyak hal tentang parenting dan lainnya.

Baca Juga:

Lely
Saya adalah pencinta sastra dan gemar menyelami tulisan-tulisan lama. Saya percaya bahwa “Menulis, menciptakan ide/gagasan, dan berbagi pengetahuan adalah cara untuk tetap ada dalam pusaran sejarah”.