Apa yang Harus Dilakukan dengan Anak Pemalu?

Anak Pemalu

Parents, pernah nggak sih, lagi ada acara dengan keluarga besar bareng si kecil, padahal banyak sepupu-sepupu yang bisa diajak main bersama, eh si kecil malah sembunyi di balik kita. Biasanya, kalau sudah begini, ada yang celetuk, “Wah, si kecil anak pemalu ya.”

Anak pemalu identik dengan sikap tertutup dan suka menyendiri. Sebagai orang tua, kita harus bisa mengembangkan potensi anak secara maksimal. Kalau si kecil terus menerus menjadi anak yang pemalu, bisa-bisa  sikap tersebut mempengaruhi perkembangan anak

Parents, apa yang harus kalian ketahui tentang sikap pemalu pada diri anak? Kira-kira ada nggak ya manfaat dari sikap pemalu ini?

Apa itu Sikap Pemalu?

source: giphy.com

Menurut American Psychological Association (APA), pemalu merupakan sikap yang disebabkan dari adanya rasa cemas dan kesadaran diri yang berlebihan serta evaluasi diri yang negatif dalam merespon interaksi sosial sesungguhnya atau yang diimajinasikan. 

Dilansir dari Psychology Today, sifat pemalu juga merupakan respon terhadap ketakutan yang dirasakan saat kita didekati atau mendekati orang lain. Sifat pemalu sangat dipengaruhi oleh bagaimana parenting terhadap seorang anak dilakukan.

Seseorang yang secara inheren memiliki karakter pemalu akan lebih menunjukkan sikap sulit terbuka dengan situasi sosial yang dihadapinya. Sedangkan, sikap pemalu yang ada karena individu ditempatkan di suatu tempat baru biasanya dipantik dengan adanya interaksi dengan orang yang lebih tinggi posisinya, atau interaksi dengan lawan jenis.

Sifat pemalu beda lho dengan introvert. Anak-anak yang introvert lebih senang menghabiskan waktu sendirian, seperti membaca buku cerita anak atau bermain puzzle sendirian dibanding bermain petak umpet yang ramai. Menurut APA, anak-anak pemalu ingin berinteraksi, namun, bagi mereka, interaksi dapat menyebabkan stress. 

Sikap Pemalu pada Anak

source: giphy.com

Orang tua dapat melihat sikap pemalu anak dari usia 4 bulan. Misal, jika kita berikan bayi kita mainan bermusik, kalau reaksi yang diberikan adalah menangis, anak tersebut kemungkinan besar akan tumbuh menjadi anak pemalu. Anak tersebut sensitif terhadap perubahan di lingkungan mereka.

Sifat sensitif pada anak bukan suatu hal yang mengkhawatirkan kok. Ada kalanya anak butuh waktu untuk menganalisis lingkungan dan beradaptasi sebelum bermain seperti biasa. Namun, kalau sudah sampai tahap ekstrem, seperti sang anak tetap nggak bisa beradaptasi setelah jangka waktu lama, hal ini harus menjadi perhatian lebih orang tua.

Anak pemalu akan cenderung nggak mau menghabiskan waktu bareng anak-anak lainnya. Padahal, hubungan pertemanan itu penting untuk perkembangan kemampuan sosial dan komunikasi anak. Anak yang pemalu juga lebih rentan mengalami pengalaman negatif ketika mereka bermain dengan anak-anak lain. Mereka bisa disalahpahami sebagai nggak ramah.

Menurut Better Health Australia, sikap pemalu memiliki beberapa sisi positif, seperti atentif mendengarkan orang lain, mudah diurus, hingga berprestasi di sekolah. Tapi, mom and dad, harus menjadi catatan juga bahwa si kecil nggak bisa terus-terusan menjadi pemalu ya.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh APA, anak-anak pemalu dapat berkembang dan beradaptasi ketika mereka dewasa. Namun, 30%-40% dari anak pemalu tumbuh dengan social anxiety yang dapat menyebabkan permasalahan lainnya. 

“Anakku Pemalu. Aku Harus Gimana, ya?”

source: giphy.com

Yup, peran keluarga, terutama orang tua, krusial banget nih. Better Health Australia menyarankan orang tua untuk mendorong anak berbicara mengenai alasan mereka merasa malu, seperti, “Apa yang kamu takutkan?”

Sebagai orang tua, kita juga harus menjadi pribadi yang outgoing. Lalu, orang tua dapat mendorong sikap outgoing tersebut kepada anak. Ajak si kecil bermain permainan anak yang mendidik mereka. Lalu, puji mereka ketika mereka berhasil menangani situasi yang nggak familiar bagi mereka, seperti bertemu dengan orang baru.

Ketika anak merasa malu dan takut, sebagai orang tua mungkin kita malah ingin melindungi mereka. Eits, padahal, di saat itulah kita sebagai orang tua harus take a step back dan biarkan si kecil mencoba beradaptasi dengan lingkungan tersebut dengan sendirinya. Experience matters, a lot. 

Selain itu, pastikan juga si kecil diberi kebebasan dalam melakukan hal yang mereka suka. Jika si kecil suka menggambar, dukung ia sepenuhnya. Berikan pujian akan hal-hal yang ia suka. Bisa juga orang tua memberikan hadiah atas prestasi yang ia dapatkan.

Jangan pernah berikan kritik kalau si kecil seorang pemalu, apalagi sampai membercandai sikap pemalunya. Bisa-bisa si buah hati malah minder. Ceritakan kepada mereka pengalaman kita ketika dihadapi dengan sikap pemalu. Beri tahu mereka bahwa akan lebih banyak kesenangan yang bisa mereka dapatkan ketika mereka nggak malu-malu lagi.

Sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk mendukung si buah hati dalam masa perkembangannya. Terlebih, anak pasti belajar langsung dari lingkungannya. Makanya, yuk bikin suasana rumah dan keluarga yang positif!

Pemalu bukan sesuatu yang nggak bisa diubah. Sama halnya jika si kecil masih malu-malu ngomong bahasa Inggris nih. Yuk dukung si kecil untuk berani berbicara dalam bahasa Inggris dengan gabung di Cakap Kids! Si kecil bisa belajar bahasa Inggris dimana aja dengan guru yang seru banget!

Belajar Bahasa Inggris Anak

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google