Melatih Anak Berpikir Kritis Dalam Teguran, Bisa Kok. Ini dia Caranya!

berpikir kritis

Sebagai orang tua, sudah menjadi kewajiban untuk menuntun tumbuh kembang sang buah hati. Orang tua memiliki peranan sangat penting yang akan membentuk karakter pribadi anak.

Namun tahukah anda, jika memperkenalkan anak tentang cara mendisiplinkan anak dan berpikir kritis dan  dalam setiap teguran sejak dini.  Teguran seringkali berkonotasi negatif dalam kehidupan sehari-hari. Pada umumnya teguran terlontar ketika ketika ada orang yang kita anggap salah atau tidak sesuai dengan yang kita mau.

Meski begitu, mendidik anak di era digital dengan memberi teguran kepada anak akan membuat pandangan baru mengenai kebaikan dan keburukan. Pandangan tersebut akan memantik sikap anak untuk selalu berfikir dahulu sebelum bertindak ketika nanti sudah dewasa.

Nah, sebagai Orang tua seharusnya berhati-hati ketika memberi teguran kepada anak. Berikut ini tips menegur anak agar berpikir kritis:

Pahami Perasaan Anak

source: giphy.com

Hal ini adalah hal yang paling penting untuk diingat ketika orang tua sedang mengingatkan anak-anak. Jelas semua orang tua sadar bahwa anak-anak memiliki perasaan. Namun, orang tua kerap tidak memperhatikan bahwa hati sang anak terluka karena ucapan orang tua.

Anak-anak memiliki perasaan yang sensitif dan dapat tersakiti dengan mudah, sehingga mereka akan merasa harga diri mereka dihancurkan ketika orang tua mengkritik mereka dengan cara meremehkan.

Orang tua harus mulai mencoba membangun hubungan emosional dengan anak, dengan memahami bahwa setiap kesalahan anak tidak sebanding dengan hancurnya hati mereka ketika mendengar amarah dari orang tua.

Memberikan Pesan Yang Jelas dalam Setiap Teguran

source: giphy.com

Tujuan memberikan teguran yang tepat adalah dengan menyampaikan pesan yang jelas kepada anak anda. Artinya anda harus menjelaskan poin-poin mengapa anda memberikan teguran tersebut. Anda harus memahami bahwa tanpa pesan yang jelas, teguran hanya akan melampiaskan kemarahan dan frustasi anda saja. 

Ingatlah bahwa anak anda tidak akan mengubah perilaku di masa depan dengan sendirinya, apalagi jika dia tidak tahu apa kesalahannya. Sehingga teguran bukanlah untuk menghukum, mempermalukan atau membalas dendam kepada anak, namun juga mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas setiap kesalahannya.

Sampaikan Teguran dengan Baik

source: giphy.com

Setiap orang tua pasti akan memberi teguran kepada anak. Namun apakah teguran tersebut sudah disampaikan dengan baik? Anda memiliki kewajiban untuk membesarkan anak anda dengan benar dan penuh rasa cinta. Sehingga setiap teguran harus diberikan secara positif. 

Ada beberapa cara untuk menyampaikan teguran dengan baik. Pertama cobalah untuk mengkritik perilaku anak dan bukan pribadi anak. Kedua, jangan memberikan label pada anak untuk kesalahannya, seperti “Tukang Ngompol” untuk anak yang sering buang air di kasur. Ketiga, sampaikan teguran anda secara pribadi dan tidak dilakukan di depan publik. Terakhir, jangan mengungkit kesalahan masa lalu anak anda untuk kesalahannya hari ini.

Tawarkan Peluang untuk Memperbaiki Kesalahan

source: giphy.com

Sekali lagi, anak anda harus tahu apa kesalahannya. Ia juga harus diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dengan sebuah hukuman. Anda harus memberikan pilihan hukuman yang tepat kepadanya dalam memperbaiki kesalahan. Hal ini dapat memberikan sebuah pesan bahwa ia tidak bisa berbuat salah dan pergi begitu saja. 

Anak anda harus mengatakan bahwa dia menyesal dan bersedia untuk menerima konsekuensi atas perbuatannya. Pastikan bahwa anak anda benar-benar memahami kesalahannya, serta menyelesaikan hukumannya. Dengan begitu, anda telah memberinya kesempatan kepadanya untuk manfaat belajar bertanggung jawab atas setiap tindakan.

Cobalah untuk Melihat dari Sudut Pandang Anak

source: giphy.com

Sebagai orang tua, anda tidak dihadapkan pada tantangan yang sama dengan anak-anak. Hal ini membuat anak anda merespon dengan sikap menentang dan pola pikir tertentu, setidaknya dalam benak ia akan berpikir, “Bagaimana Anda tahu apa yang saya alami? Anda tidak mengerti saya.”

Ini adalah tanggapan yang normal. Anak anda tidak melihat anda sebagai kawan. Sehingga anda perlu memahami pola pikirnya untuk membantu menjelaskan teguran atau kritik, dan anak anda tahu dengan jelas bahwa anda bukanlah musuh namun kawan yang memahaminya.

Teguran adalah tanda cinta yang diberikan orang tua untuk mengingatkan anaknya, namun kerap disalahartikan oleh sang anak karena penyampaian yang kurang tepat. Jadi jangan sampai salah dalam memberikan teguran kepada anak ya.

Baca Juga:
Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google