5 Alasan Runtuhnya Gerai Supermarket Indonesia

5 Alasan Runtuhnya Gerai Supermarket Indonesia

Sobat Cakap, seperti yang telah kamu ketahui, persaingan perusahaan ritel di Indonesia sangatlah ketat. Kamu masih ingat kasus 7-eleven yang harus terpaksa angkat kaki dari Indonesia? Saat ini, perusahaan ritel Indonesialah yang nasibnya terancam. Baru-baru ini, PT Hero Supermarket Tbk terpaksa menutup 26 jaringan ritel Giant Supermarket. Sebagai upaya mempertahankan perusahaan, selain menutup gerai, mereka juga terpaksa melakukan pemutusan kerja terhada 532 karyawan di sepanjang tahun 2018 lalu.

Persaingan antarbisnis ritel ini tidak hanya berlangsung antara took yang offline tapi juga harus bisa melawan toko ritel online. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta, mengatakan, “Bisnis ritel ini sekarang berubah, sehingga siapa yang terkena dampak? Saya kira Giant yang saat ini terkena dampak. Dampak apa? Ya atas persaingan itu sendiri. Karena produk yang dijual itu sama dengan ritel lain, baik yang di offline maupun di online. Sehingga dia melakukan amputasi dengan menutup toko mereka.”

Mengapa bisa demikian? Berikut penyebabnya:

 

Ritel online

5 Alasan Runtuhnya Gerai Supermarket Indonesia
sumber: giphy

Dengan keberadaan toko ritel online, kebiasaan belanja masyarakat kini beralih ke cara belanja online sehingga gerai-gerai ritel konvensional mengalami penurunan pendapatan. Kenyamanan yang ditawarkan oleh toko ritel online menjadi kelebihan yang belum bisa diberikan oleh banyak toko ritel konvensional. Ritel online membuat masyarakat memiliki kemampuan untuk membeli kebutuhan mereka tanpa harus beranjak dari tempat mereka berada.

Lokasi

5 Alasan Runtuhnya Gerai Supermarket Indonesia
sumber: giphy

Tidak bisa dipungkiri bahwa lokasi juga sangat penting untuk berbisnis. Hal ini bisa karena lokasi gerai sulit dijangkau atau berada di daerah yang cenderung sepi. Bisa juga karena letaknya terlalu berdekatan dengan toko ritel pesaing dan masyarakat lebih memilih toko tersebut.

Persaingan

5 Alasan Runtuhnya Gerai Supermarket Indonesia
sumber: giphy

Persaingan antartoko ritel juga mempengaruhi tumbangnya berbagai bisnis ritel di Indonesia. Saat ini semakin banyak toko ritel yang hadir sangat berdekatan dengan masyarakat. Tidak hanya itu, promo yang ditawarkan pun begitu menggoda pembeli. Tak heran jika mereka yang kurang pandai bersaing terpaksa harus menutup gerainya.

Masalah Internal

5 Alasan Runtuhnya Gerai Supermarket Indonesia
sumber: giphy

Dari sekitan banyak faktor yang mempengaruhi bisnis ritel, faktor internal menjadi hal yang krusial. Kurang matangnya pertimbangan ketika membuka gerai menjadi salah satu masalah utama. Perusahaan harus mempertimbangkan lokasi, pemasaran, hingga cara untuk menjangkau masyarakat.

Rugi

5 Alasan Runtuhnya Gerai Supermarket Indonesia
sumber: giphy

Kurangnya keuntungan yang didapat menjadi faktor utama tutupnya gerai toko ritel. Kerugian ini membuat gerai tidak mampu memberikan kontribusi yang signifikan terharap perusahaan sehingga gerai terpaksa ditutup.

Nah sobat Cakap, itu dia alasan mengapa bisnis supermarket di Indonesia mengalami penurunan. Hal ini juga mulai dirasakan oleh institusi pendidikan bahasa asing konvensional karena mereka sudah harus menghadapi tempat kursus bahasa asing online seperti Cakap.

Mengapa? Karena Cakap mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam belajar seperti: kamu tidak perlu pergi ke tempat les dan kamu dapat belajar dengan leluasa di manapun kamu berada. Kamu cukup mengunduh aplikasi Cakap dan kamu bisa belajar bahasa asing lewat smartphone-mu. Terlebih lagi, kamu juga bisa berdiskusi dengan pelajar bahasa asing lain lewat fitur Cakap Live.

Kamu cukup mengunduh aplikasi Cakap di App Store atau Play Store dan kamu dapat menikmati segudang kemudahan dalam belajar. Selain kurikulumnya terjamin, kamu pun bisa belajar di mana saja dan kapan saja bersama dengan pengajar profesional dari luar negeri karena dengan Cakap, kamu bisa belajar tanpa batas.

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google