4 Tipe Orang yang Suka Menunda, Kamu yang Mana?

Menunda-nunda, kebiasaan buruk yang kita semua sering lakukan dan sulit sekali untuk hindari. Kebiasaan menunda-nunda membuat kita jadi gak produktif. Perasaan baru bentar aja scrolling di media sosial, tau-tau udah 1 jam aja. Berasanya baru rebahan bentar, tau-tau udah lewat 2 jam. Waduh!

Tapi kenapa sih susaaaah banget rasanya menghilangkan kebiasaan menunda-nunda? Penjelasan simpelnya adalah karena kita lemah terhadap godaan atau lebih suka melakukan hal-hal yang membuat kita senang. Tapi sebenarnya ada alasan yang lebih mendalam di baliknya.

Menurut sejumlah riset, ada 4 tipe penunda-nunda, yang kemungkinan kamu masuk di salah satunya. Gak perlu menyalahkan diri sendiri, karena nyatanya kita semua sama-sama pernah menunda-nunda. Alasannya aja yang bisa berbeda-beda.

Nah, dengan berefleksi diri dan mencari tahu lebih dalam alasan kenapa kita suka menunda-nunda, kamu akan lebih mudah untuk mengubah kebiasaan tersebut dan jadi lebih produktif.

Berikut 4 tipe orang yang suka menunda-nunda dan cara mengatasinya.

Si penghindar

Si penghindar
source: giphy.com

Salah satu alasan yang sering ditemukan adalah karena hal yang harus kamu lakukan tersebut memberikan perasaan yang tidak menyenangkan, entah itu rasa khawatir, bosan, kewalahan, atau sedih.

Misal 2 hari lagi kamu akan ulangan dengan materi yang begitu banyak. Alih-alih menyicil dari beberapa hari sebelumnya, kamu malah gak mulai-mulai hingga H-1 karena takut kewalahan dengan semua materinya. Padahal, belajar 1 hari sebelum malah bikin kamu makin pusing!

Penulis Neil Fiore mengartikan ‘menunda-nunda’ (procrastination) sebagai “mekanisme untuk mengatasi rasa cemas terkait dengan memulai atau menyelesaikan suatu tugas atau keputusan.” Menurut prinsip kenikmatan Sigmund Freud, manusia memiliki dorongan alamii untuk mencari kesenangan dan menghindari rasa sakit.

Sayangnya, menunda-nunda tidak membawa kesenangan yang dicari itu. Malahan, kita semakin merasa negatif karena stres harus melakukan sesuatu dalam jangka waktu yang semakin singkat.

Apa ciri-ciri tipe penunda ‘Si Penghindar’? Salah satu ciri utama adalah kamu biasa buruk dalam mengatur waktu, sulit membuat rencana konkret, dan sering menyusun jadwal kerjaan lebih banyak daripada yang sebenarnya bisa kamu lakukan.

Untuk mengatasi ini, kamu bisa meregangkan sedikit agendamu dan isi dengan sejumlah aktivitas yang menyenangkan atau waktu untuk istirahat. Bagi urusan besar yang kamu takuti tersebut menjadi langkah-langkah kecil yang tidak begitu mengintimidasi.

Si optimis

Si penghindar
source: giphy.com

Banyak orang menunda suatu pekerjaan karena merasa tenggat waktunya masih jauh di depan. Kalau di kasus yang sebelumnya kamu gak mulai-mulai belajar karena takut kewalahan, tipe penunda yang ini punya alasan lain yang juga kita sering dengar. “Ah, masih lama! Masih banyak waktu. Santai aja.

Bisa juga pekerjaan atau urusan tersebut tidak memiliki tenggat waktu sehingga kamu tidak muncul rasa urgensi untuk segera mengerjakannya. Coba liat to-do list kamu sekarang. Ada gak hal-hal yang udah kamu tunda-tunda selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan?

Ciri-ciri dari ‘si optimis’ adalah teman kamu sering bilang kamu terlalu pede, suka menghiraukan peringatan dari orang lain tentang deadline dan konsekuensinya, atau kamu jarang banget punya plan B.

Untuk mengatasi ini, kamu bisa mulai menetapkan deadline-mu sendiri dan beritahukan kepada orang-orang tedekatmu. Komitmen yang dibuat secara publik biasanya akan lebih memotivasi seseorang untuk menetapi deadline. Bisa juga dengan membuat peringatan secara berkala atau minta tolong temanmu untuk membuatkan jadwal sederhana.

Si perfeksionis

Si perfeksionis
source: giphy.com

Karena selalu ingin menghasilkan yang terbaik, tipe penunda yang satu ini jadi terlalu keras terhadap dirinya sendiri dan hasil kerjanya. Bagi beberapa orang dengan tipe perfeksioinis, rasa takut akan gagal atau menghasilkan pekerjaan di bawah standar bisa begitu menakutkan sehingga mereka akhirnya tidak pernah benar-benar memulai sesuatu.

Punya ekspektasi atas hasil kerja sendiri memang wajar dan bisa memotivasi kita untuk lebih giat, tapi kalau sampai memberikan rasa takut apalagi sampai takut untuk memulai, bagaimana kita bisa mencapai hasil tersebut?

Apakah ini kamu? Coba periksa kesibukanmu sekarang. Apakah kamu menyibukkan dirimu sendiri sampai-sampai tidak bisa memulai hal sesungguhnya yang harus kamu kerjakan? Bisa jadi kamu tipe si perfeksionis ini. Kelihatannya sibuk dan produktif, padahal kesibukan tersebut hanya untuk menghindari hal yang sedang kamu tunda-tunda.

Coba lihat kembali 5 pekerjaan terakhir yang udah kamu selesaikan. Apakah sempurna? Kemungkinan besar tidak. Namun apakah mereka cukup? Kamu kemungkinan sudah bekerja dengan standar yang tinggi, jadi berhentilah membuat dirimu sendiri kesulitan.

Si pencari kesenangan

Si pencari kesenangan
source: giphy.com

Duh, momennya belum pas nih! Kumpulin niat dulu deh.” Ini salah satu kata-kata yang sering diucapkan si pencari kesenangan. Kamu gak melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan sampai kamu benar-benar merasa ingin melakukannya, yang biasanya tidak akan ada waktu yang tepat.

Di sini, yang menjadi masalah adalah bukan mengenai menghindari pekerjaannya tetapi lebih karena kamu secara sengaja memilih untuk melakukan sesuatu yang kamu lebih sukai. Lagian, ada begitu banyak hal menyenangkan untuk dilakukan daripada memulai pekerjaan membosankan itu, bukan?

Kalau kamu biasanya kurang sabar melakukan hal-hal yang kamu tidak sukai, menerapkan pola pikir ‘live in the moment’, dan hampir tidak pernah meluangkan waktu untuk membuat rencana atau berefleksi, bisa jadi kamu masuk kategori yang satu ini.

Untuk menghindarinya, kamu bisa memberikan hadiah kecil untuk dirimu sendiri setelah melakukan hal yang sebenarnya ingin banget kamu tunda, misalnya nonton Youtube selama 30 menit. Beristirahat selama beberapa menit untuk melakukan hal yang kamu sukai sehingga kamu tidak melihat hal yang kamu tunda sebagai suatu penyiksaan panjang.

Jika memang rasanya sulit sekali untuk tidak menunda-nunda sama sekali, kamu bisa memanfaatkan kebiasaan menunda-nundamu itu. Saat kamu ingin menunda suatu pekerjaan, kamu bisa memulai pekerjaan yang prioritasnya lebih rendah. Dengan mulai dari 1 hal, kamu akan merasa telah berhasil mencapai sesuatu sehingga terdorong untuk mencapai hal lainnya.

Jadi kamu tipe yang mana nih, Sobat Cakap? Kalau sudah tahu, yuk terapkan tips-tips di atas dan mulai melatih diri untuk tidak menunda-nunda. Biasanya hal apa sih yang sering kamu tunda-tunda? Belajar atau berlatih suatu skill biasanya salah satu yang paling sering orang tunda-tunda, misalnya melatih kemampuan bahasa Inggris.

Kalau ini kamu, kamu bisa mulai belajar bahasa Inggris di Cakap. Kenapa? Karena di Cakap, kamu bisa atur jadwal belajarmu sendiri, jadi bisa belajar sesuai ritmemu. Selain itu, kamu juga belajar dua arah dengan pengajar profesional sehingga ada yang bisa mendorong dan memotivasi kamu. Say no more to procrastination!

 

Baca Juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google