23 Juli Hari Rayanya Anak Indonesia, Kok Bisa?

hari anak nasional

Maraknya permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia memang meresahkan semua orang. Maka dari itu, pemerintah dan rakyat pun mesti bergerak untuk mengatasi hal tersebut. Tapi, gak hanya orang dewasa aja yang haknya dilindungi, anak-anak pun sama lho.

Kekerasan terhadap anak beredar di mana-mana. Bahkan, gak sedikit dari mereka yang putus sekolah. Nah, permasalahan seperti itu yang harus ditanggapi segera. Makanya, terbentuklah HAN alias Hari Anak Nasional yang diperingati tiap tanggal 23 Juli.

Tujuannya adalah untuk memberi dukungan penuh terhadap perkembangan anak. Mulainya dari peran orang tua dan keluarga. Terutama sebagai salah satu proses mendidik anak di era digital, pasti diperlukan dorongan dan motivasi dari orang tua supaya anak-anak tumbuh dengan akhlak baik, sehat, cerdas, serta cinta tanah air.

The history of HAN

source: giphy.com

Organisasi perempuan bernama Kongres Wanita Indonesia (Kowani) merupakan organisasi yang mengusulkan tentang perlindungan hak anak. Presiden Soekarno menyetujui usulan itu dan terwujudlah Hari Kanak-Kanak Nasional, diperingati tiap tanggal 6 Juni. Kowani beranggapan tanggal 6 berdekatan dengan hari lahir Soekarno, yaitu 1 Juni.

Selanjutnya, Soekarno menetapkan Pekan Kanak-Kanak dan sejumlah anak pun mengadakan pawai di depan Istana Merdeka. Namun, karena banyaknya perubahan ketetapan setelah itu, Presiden Soeharto mengganti hari peringatan tersebut.

Sesuai Keputusan RI nomor 44, nama Hari Kanak-Kanak Nasional berubah menjadi Hari Anak Nasional yang dirayakan tanggal 23 Juli. Pemilihan tanggal tersebut berbarengan dengan disahkannya Undang-Undang Kesejahteraan Anak tahun 1979. Tapi, sejarah mencatat pada tanggal 23 Juli 1984 merupakan perayaan resmi pertama untuk anak-anak dalam negeri.

Be thankful atas usulan Kowani guys. Without them, mungkin gak akan ada hari raya anak. Mungkin banyak keluarga yang kurang sadar terhadap pentingnya mendidik anak dan memberikannya hak dalam proses pertumbuhan. Anak-anak itu bibit unggul negara, kalau kata pepatah.

What’s in it?

source: giphy.com

Sebenarnya selain menyadarkan semua orang tentang perlindungan dan pertumbuhan anak, ada apa sih di perayaan HAN? Nah, dari tingkat pusat hingga daerah, banyak lho kegiatan seru dengan tema yang berbeda tiap tahunnya.

Pemerintah telah meresmikan tiap kegiatan seperti seminar, perlombaan, bakti sosial, atau olahraga bersama diselenggarakan dari dana APBN. Bahkan, nonton film serta storytelling bahasa Inggris pun turut didukung.

Kegiatan tersebut sangat bermanfaat lho. Apalagi kalau bisa mendukung partisipasi aktif anak serta peningkatan kemampuannya. Pasti anak-anak jadi makin semangat berproses kan. Selain kesehatan dan aksi sosial, segi edukasi juga sama pentingnya sebagai salah satu cara mewujudkan gerakan anak negeri yang cerdas. Misalnya, bisa dengan mengenalkan mereka terhadap lagu anak bahasa Inggris supaya skill bahasa asingnya jago.

Nah parents, sebenarnya mendukung penuh perkembangan anak bukan hanya saat HAN aja. Justru lakukanlah setiap hari. Cegah permasalahan anak di negeri ini dengan cara memberikan fasilitas yang mumpuni. Mulai dari bidang kesehatan hingga pendidikan, hak anak harus terjamin ya.

Ingat, semuanya bermula dari peran orang tua lho. Mari sama-sama merealisasikan bibit negara yang positif dan bisa jadi inspirasi seluruh generasi!

Baca juga:

Bagikan Tautan Ini
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on twitter
Share on google